Monday, June 12, 2017

Ramadhan, Apakah Karena Allah Cemburu?

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Al-Baqarah : 183)

Allah menciptakan Ramadhan, agar ketika kita benar-benar menjadikan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, maka kita akan menjadi orang yang bertakwa. Namun, untuk apa kita bertakwa? Apa pentingnya takwa kita bagi Allah? Benarkah tujuan Ramadhan ‘hanya’ agar kita bertakwa?
 

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti mereka. Sesungguhya Dia adalah maha penyantun lagi maha Penyayang" (QS 17:44)


Sekali pun seluruh mahluk di muka bumi ini bertakwa dan beribadah kepada Allah, maka tidak sedikit pun hal itu menambah kekuasaan Allah. Dan sekali pun seluruh mahluk di muka bumi ini berbuat kerusakan dan tidak beribadah kepada Allah, maka tidak sedikit pun hal itu mengurangi kekuasaan dan keagungan Allah.
Sesungguhnya, Allah tidak membutuhkan ibadah kita.

Lalu...

Untuk apa Allah menciptakan bulan Ramadhan? Mungkin kah sebenarnya karena Dia rindu kita menghambaNya kembali?

Ramadhan seolah menjadi bulan ‘keintiman’ kita dengan Allah SWT. Saat Ramadhan, seolah Allah ingin kita hanya mengingatNya saja. Sebab di 11 bulan selain Ramadhan, kita lebih banyak mengingat Allah SWT di saat-saat tertentu saja. Selama Ramadhan, umat Muslim di dunia akan menjalankan ibadah, dalam arti sesungguhnya, sejak bangun tidur sampai tidur kembali –bahkan di dalam tidur juga- semuanya dalam rangka ibadah. Berbeda dengan bentuk ibadah lain yang yang kasat mata, ibadah puasa selama Ramadhan adalah ibadah yang tak terlihat manusia lainnya, selain hanya untuk Allah SWT.

Puasa dalam arti sesungguhnya, yakni meninggalkan makan minum dan hawa nafsu, adalah bentuk ibadah murni yang secara langsung ditujukan untuk Allah. Tetapi di hadapan Allah Azza wa Jalla, tidak makan dan minum hanyalah hal kecil, karena ada pantangan yang jauh lebih besar, yakni ada di dalam hati kita.
Selama Ramadhan, orang yang benar-benar berpuasa akan seratus persen mengingat Allah, dari hari ke hari, bahkan dari saat ke saat, dalam tidur maupun terjaga.

Selama sebelas bulan kita terlalu sibuk dengan duniawi. Sebab itu lah, mungkin, Allah menciptakan Ramadhan sebenarnya karena Dia cemburu dan rindu kita menghambaNya kembali. Mungkin Allah rindu kita menyebut-nyebutNya di setiap waktu. Mungkin, Allah ingin kita hanya mengingatNya, dan menjadikan Dia satu-satunya yang kita rindukan. Setidaknya, satu bulan ini saja. Ya, satu bulan ini saja.

Karena itulah Allah jadikan bulan ini setiap amalan dilipat gandakan pahalanya, pengampunan dosa yang dibuka selebar-lebarnya, dan rahmat dilimpahkan sebanyak-banyaknya.

Agar kita ‘tertarik’ untuk mengabdikan satu bulan saja khusus untukNya.

Ya, satu bulan ini saja, mari maksimalkan diri kita menghidupkan Ramadhan, mengabdikan diri kita –setidaknya- satu bulan ini saja, hanya mengingat Allah, dan senantiasa beribadah setiap saat, dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan dalam tidur, melebihi ibadah-ibadah kita di bulan lain.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik" (Al-Hasyr 19)

No comments:

Post a Comment