Allah menciptakan Ramadhan, agar ketika kita
benar-benar menjadikan Ramadhan sebagai bulan tarbiyah, maka kita akan menjadi
orang yang bertakwa. Namun, untuk apa kita bertakwa? Apa pentingnya takwa kita
bagi Allah? Benarkah tujuan Ramadhan ‘hanya’ agar kita bertakwa?
"Langit
yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak
ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti mereka. Sesungguhya Dia adalah maha penyantun lagi maha
Penyayang" (QS 17:44)
Sekali pun seluruh mahluk di muka bumi ini bertakwa
dan beribadah kepada Allah, maka tidak sedikit pun hal itu menambah kekuasaan
Allah. Dan sekali pun seluruh mahluk di muka bumi ini berbuat kerusakan dan
tidak beribadah kepada Allah, maka tidak sedikit pun hal itu mengurangi
kekuasaan dan keagungan Allah.
Sesungguhnya, Allah tidak membutuhkan ibadah kita.
Lalu...
Untuk apa Allah menciptakan bulan Ramadhan? Mungkin
kah sebenarnya karena Dia rindu kita menghambaNya kembali?
Ramadhan seolah menjadi bulan ‘keintiman’ kita
dengan Allah SWT. Saat Ramadhan, seolah Allah ingin kita hanya mengingatNya
saja. Sebab di 11 bulan selain Ramadhan, kita lebih banyak mengingat Allah SWT
di saat-saat tertentu saja. Selama Ramadhan, umat Muslim di dunia akan
menjalankan ibadah, dalam arti sesungguhnya, sejak bangun tidur sampai tidur
kembali –bahkan di dalam tidur juga- semuanya dalam rangka ibadah. Berbeda
dengan bentuk ibadah lain yang yang kasat mata, ibadah puasa selama Ramadhan
adalah ibadah yang tak terlihat manusia lainnya, selain hanya untuk Allah SWT.
Puasa dalam arti sesungguhnya, yakni meninggalkan
makan minum dan hawa nafsu, adalah bentuk ibadah murni yang secara langsung
ditujukan untuk Allah. Tetapi di hadapan Allah Azza wa Jalla, tidak makan dan
minum hanyalah hal kecil, karena ada pantangan yang jauh lebih besar, yakni ada
di dalam hati kita.
Selama Ramadhan, orang yang benar-benar berpuasa
akan seratus persen mengingat Allah, dari hari ke hari, bahkan dari saat ke
saat, dalam tidur maupun terjaga.
Selama sebelas bulan kita terlalu sibuk dengan duniawi.
Sebab itu lah, mungkin, Allah menciptakan Ramadhan sebenarnya karena Dia
cemburu dan rindu kita menghambaNya kembali. Mungkin Allah rindu kita
menyebut-nyebutNya di setiap waktu. Mungkin, Allah ingin kita hanya
mengingatNya, dan menjadikan Dia satu-satunya yang kita rindukan. Setidaknya,
satu bulan ini saja. Ya, satu bulan ini saja.
Karena itulah Allah jadikan bulan ini
setiap amalan dilipat gandakan pahalanya, pengampunan dosa yang dibuka
selebar-lebarnya, dan rahmat dilimpahkan sebanyak-banyaknya.
Agar kita ‘tertarik’ untuk mengabdikan satu bulan saja khusus untukNya.
Agar kita ‘tertarik’ untuk mengabdikan satu bulan saja khusus untukNya.
Ya, satu bulan ini saja, mari maksimalkan diri kita
menghidupkan Ramadhan, mengabdikan diri kita –setidaknya- satu bulan ini saja, hanya mengingat Allah, dan senantiasa
beribadah setiap saat, dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan dalam tidur,
melebihi ibadah-ibadah kita di bulan lain.
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu
Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah
orang-orang yang fasik" (Al-Hasyr 19)
No comments:
Post a Comment