Wednesday, June 14, 2017

12 Film Rekomendasi Spesial Ramadhan

Masih jam 4 nih, nanggung mau nyari ta'jil. Hmmm, ngapain ya? Pingin nonton film tapi takut gak aman? Nah, berikut sudah ada nih daftar film yang bernafaskan Islami. Disamping bersentuhan langsung dengan agama Islam (meski ya, ada pengecualian), beberapa kriteria yang turut ditetapkan dalam list menentukan film dibawah antara lain mengandung nilai-nilai kebajikan (ehem!), tidak dibumbui adegan yang membangkitkan birahi sampai ke puncak (waduh), serta mempunyai kandungan nutrisi mencukupi bagi otak sehingga kita tidak begitu saja menghempaskannya usai menontonnya melainkan turut diajak buat merenung, berpikir, sampai memunculkan keinginan untuk berbuat baik atau mempelajari agama secara mendalam.
 
1.      La Grand Voyage (Prancis, 2004)
Sesuai namanya, La Grand Voyage adalah film yang berasal dari Perancis. Film ini sejenis road movie, bercerita tentang seorang anak yang terpaksa mengantar ayahnya berhaji dengan perjalanan darat. Selama itu terjadilah perselisihan-perselisihan. Namun seiring perjalanan, hubungan dingin tersebut perlahan mencair, dan sang anak pun belajar banyak hal. Tentang perjalanan, kehidupan, agama Islam, dan ayahnya. Film yang  menghangatkan hati, mencerahkan, dan emosional.

2.      Mencari Hilal (Indonesia, 2015)
Kurang lebih cerita Mencari Hilal mirip dengan La Grand Voyage. Pak Mahmud adalah seorang yang taat dan alim, namun kaku sehingga sering membuat ‘gemas’ orang-orang disekitarnya. Suatu ketika ia merasa terusik ketika mendengar berita miliaran rupiah yang dikeluarkan pemerintah untuk sidang isbat. Pak Mahmud yang merupakan alumnus pesantren tahu benar untuk mencari hilal tak perlu pemborosan sebanyak itu. Hal ini lantas mendorongnya untuk mencari hilal, bersama anaknya, Helmi, yang terpaksa menemani ayahnya. Hubungan keduanya yang tampak asing, namun diam-diam tetap mendambakan kasih sayang ayah anak yang telah menghilang lama... 

Seperti La Grand Voyage pula, film ini bisa jadi membuat sapu tangan kita tanpa sadar basah, dan membuat kita sejenak merenung setelah film ini selesai. Apakah selama ini agama telah menjadi panutan hidup kita, atau sekadar sebagai pelengkap eksistensi dan identitas diri?
Tontonan yang jujur, bersahaja, hangat, indah, dan membuat kita ingin memberi pelukan hangat ke ayah kita. Definitely an instant classic!

3.      Children of Heaven (Iran, 1997)
Children of Heaven adalah film Iran pertama yang berhasil meraih nominasi Oscar, sekaligus film pertama yang memperkenalkan saya ke dunia perfilman Iran yang ternyata sarat akan agama dan nilai dari kehidupan sehari-sehari. Tentang seorang kakak yang berusaha mendapatkan sepatu untuk adiknya.
Plotnya setipis kertas. Namun, jangan pernah meremehkan Majid Majidi yang selalu berhasil membuat cerita sederhana menjadi... Ya, menyentuh, dan istimewa.
4.      Munafik (Malaysia, 2016)
Perfilman Malaysia biasanya sangat sarat dengan agama Islam. Dan Munafik adalah salah satu film horor paling fenomenal dari negeri Jiran ini. Iman Ustaz Imam goyah semenjak kecelakaan yang menimpa istrinya. Dan semenjak itu serentetan kejadian ganjil kerap menghampirinya, termasuk seorang gadis yang kerasukan. Demi memenangkan pertarungannya dengan setan, Imam harus menguatkan kembali imannya, dan mengikhlaskan kepergian istrinya.

Film ini tidak hanya membuat kita tidak nyaman di kursi kita menonton, atau membuat kita bergidik ngeri. Lebih dari itu, film horor ini mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Satu, sekaligus mempertanyakan sejauh mana keimanan kita kepada Allah Azza wa Jalla.

5.      My Name Is Khan (India, 2010)
Khan adalah seorang pria India muslim yang melakukan perjalanan ke penjuru Amerika untuk menemui Presiden, demi menyampaikan sebuah pesan bahwa umat Muslim bukanlah teroris. Film ini memotret realitas yang terjadi di kalangan minoritas yang mengalami diskriminasi dan rasisme paska peristiwa 11 September.

Film ini akan menguras emosi kita, seraya menyampaikan pesan penting. Bahwa kebencian dan prasangka hanya akan membawa kerusakan, sementara cinta, kebaikan dan toleransi dapat mendatangkan kedamaian.

6.      PK (India, 2014)
Terlepas dari adegan mobil bergoyang (hahaha), film ini tak tanggung tanggung dengan ke-asoy gemboyannya menyinggung isu sosial yang sensitif, berani, lucu namun kristis. Film yang merupakan salah satu penampilan terbaik Amir Khan ini kerap membuat kita bertanya “dimana Tuhan bermukim?”, “mengapa ada banyak sekali agama jika hanya ada satu Tuhan?”, atau “apa ritualitas tertentu betul-betul dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan Tuhan?”. 

Tentu, si pembuat film tidak bermaksud untuk menggoyahkan iman kita. Melainkan justru memberi kita kesempatan berkontemplasi yang boleh jadi bertujuan mengajak penonton mengenali lebih dalam ajaran agama masing-masing.

Terdengar berat? Apakah film ini akan membuat kita mengerutkan kening? Big No! Justru kita akan dibuat gemas, tertawa terpingkal-pingkal, tapi tidak lupa : kontemplasi tentang Ketuhanan kita

7.      Timbuktu (Prancis/Mauritania, 2014)
Kehidupan di Desa Timbuktu awalnya berjalan damai, sampai datang sekelompok ekstrimis yang membawa aturan-aturan yang menyengsarakan warganya dengan membawa nama Islam. Tanpa adegan dramatis, film yang jujur dan sederhana ini berhasil membuat saya menitikkan air mata dan terhenyak sepanjang film, bahkan... Terlalu emosional.

8.      The Songs of Sparrow (Iran, 2008)
Selepas dipecat dari pekerjaannya karena tidak sengaja melepas seekor burung unta dari kandangnya, seorang ayah dari tiga anak dihadapkan pada serentetan persoalan hidup yang rumit, menjengkelkan, sekaligus kocak. Majid Majidi yang menghadiahi kita dengan Children of Heaven (1997), mengemas film dengan pendekatan realistis sehingga mudah bagi penonton untuk terhubung dengan kisahnya. Salah satu komentar sosial yang diangkat oleh The Song of Sparrows adalah bagaimana sebuah kota besar dan gaya hidup modern mampu merubah seseorang secara drastis. Kocak pula menyentil!

9.      The Message (Lebanon/Inggris, 1976)
Memvisualisasikan sejarah Islam ke dalam bahasa gambar, The Message tergolong tontonan penting buat disimak karena tema usungannya amat sangat jarang dikupas. Film ini mencuplik peristiwa-peristiwa penting selama Nabi Muhammad menyebarkan ajaran Islam, termasuk Hijrah ke Madinah, Perang Badar, dan Perang Uhud, menggunakan sudut pandang penceritaan dari Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib, lalu sahabat-sahabat Nabi yang lain seperti Bilal dan Zaid, serta pemimpin utama Bani Quraisy yang mula-mula menentang Nabi namun belakangan memeluk Islam, Abu Sufyan.

10.  Wadjda (Arab Saudi, 2012)
Wadjda bercerita tentang seorang perempuan berusia 11 tahun yang ‘bandel’ dan ingin memiliki sepeda. Namun mengingat mengendarai sepeda bagi wanita adalah ilegal, Wadjda tidak pantang menyerah meraih impiannya.

Film Arab pertama yang dibuat oleh sutradara perempuan ini memberikan kita kesempatan untuk menilik budaya Arab dan kehidupan wanita dibalik ‘ketertutupan’ mereka. Wadjda adalah sebuah sajian menarik, menggelitik, serta membuka pikiran.

11.  Perempuan Berkalung Sorban (Indonesia, 2009)
Bercerita tentang Anisa, seorang perempuan yang ingin menerobos hal-hal diluar tradisi konservatif di pondok pesantrennya. Perempuan Berkalung Sorban termasuk sedikit diantara banyak film yang berani mengkritik keboborokan pendidikan Islam di zaman sekarang.

12.  A Separation (Iran, 2011)
A Separation bercerita tentang suami istri yang hendak bercerai. Film Iran yang satu ini memang bukan film agama, tapi konten di dalamnya banyak menyinggung tentang agama, walaupun tidak menjadikannya materi pokok. Lihat saja betapa taatnya sang pembantu seperti yang digambarkan di dalam film.

Selamat menonton!

No comments:

Post a Comment