Tuesday, June 13, 2017

Pantaskah Ramadhan Untukku?


Pantaskah Allah melimpahkan kasih sayangnya padaku, yang tak pernah mau mendekatkan diri kepadaNya? Pantaskah aku beribadah dan berdoa kepadaNya, padahal aku sering melupakan dia dan tidak menjaga Nya?

Pantaskah ramadhan untukku? Padahal Ramadhan yang dulu –dulu tak pernah sungguh-sungguh kuhidupkan.

Pantaskah Ramadhan untukku, yang sampai saat ini menjadikan Ramadhan hanya sebagai momentum agar aku bisa unjuk diri, membanggakan diriku sebagai muslim yang sedang diistimewakan lewat bulan Ramadhan ini, yang mendapatkan privilese dihormati, karena aku sedang berpuasa?

Ya Allah, sesungguhnya aku malu berjumpa dengan Ramadhan. Tidakkah ia mempertanyakan sekali saja, kenapa aku tak pernah benar-benar mendekap ramadhan dan menghidupkannya, hanya menjadikannya sebagai tradisi untuk berpuasa dan memperbanyak ibadah, sebab ini bulan puasa?

Ya Allah, apa yang sesungguhnya aku rindukan dari Ramadhan? Tidakkah aku merindukan Ramadhan karena keberkahanMu dan rasa tentram yang tak dapat dijelaskan? Tidakkah aku merindukan Ramadhan karena mengharapkan pintu Syurga yang kataMu dibuka selebar-lebarnya pada bulan ini?

Atau justru yang kurindukan hanya lah tradisi dan suasana nya, yang berupa banyaknya orang berjualan ta’jil di pinggir jalan, anak-anak kecil yang menabuh gendang membangunkan orang untuk sahur, diskon di pasar dan konten nan islami dimana-mana?

Pantas kah aku berjumpa dengan Ramadhan, sedangkan aku masih tenggelam dalam kesibukan duniawiku, yang kucari-cari alasan supaya kesibukanku ini dapat dimaklumi, bahwa aku sibuk untuk mencari rezeki, aku sibuk dengan ujian sekolah, padahal sebenarnya itu hanya alasan supaya aku tidak perlu beribadah lagi?

Ya Allah, sesungguhnya aku memasuki Ramadhan saat ini masih diselimuti dengan rasa malu. Masih pantaskah aku mendapatkan segala kemurahan dan kasih sayang Mu? Ya Allah, aku menyelami Ramadhan Mu dengan diri penuh dosa dan kelemahan yang teramat nyata.

Engkau selalu mengundang siapapun yang ingin mencari diri dan Tuhannya, menggapai kemuliaan Ramadhan dari Mu. Engkau mengundang setiap jiwa yang tenang dan yang mau menenangkan diri agar masuk ke dalam barisan shaf penuh khidmat untuk memohon kepadamu.

Engkau memberi kesempatan kepada siapa saja, untuk mengenal diri, untuk sejenak jeda dari 11 bulan manusia sibuk dengan duniawinya, untuk satu bulan saja mendedikasikan dirinya hanya kepadaMu. Untuk lebih bertakwa. Engkau memberi janji yang menggugah, kasih sayang, rahmat dan berkah kepada siapa saja, sehina apapun dia, dia akan tetap kau beri kesempatan.

Tapi aku menjauhiMu karena malu.

Aku malu karena aku dengan sadar berbuat dosa, ya Allah.

Dan setelah aku jauh, 

Masih pantaskah kuraih kesempatan itu?

Ya Allah.

Apakah Ramadhan tidak mempermasalahkan apapun yang pernah kulakukan?

No comments:

Post a Comment