Bagi penulis, berkeliling pasar kaget untuk membeli
ta’jil merupakan keasikan tersendiri apalagi kalau dilakukan bersama
teman-teman, walaupun sebenarnya penulis sendiri kurang suka ta’jil hehehe.
Selain seru, membeli ta’jil turut membantu pedagang kecil dan membangun
perekonomian tingkat ke bawah lho!
2. Chillin’
bareng temen-temen
Bersantai bersama teman-teman sekadar menikmati
suasana atau mengobrol di satu tempat chill, bisa merefreshingkan kita dari
aktifitas yang mumet!
3. Membuat
Sendiri Menu Berbuka yang Berbeda
Bagaimana jika mengajak teman untuk memasak menu
baru dan asing? Tentu menyenangkan, terlepas dari resiko enak tidaknya masakan
kita itu hehe. Namun, tidak mengapa sesekali keluar dari zona nyaman, mencari
tahu hal-hal baru dan menguji skill. Asik. Insya Allah deh, kamu gak bakal
kerasa lapar kalau sedang sibuk memasak masakan baru!
4. Nonton
Film
Nonton film adalah salah satu cara efektif untuk
‘time traveller’. Tidak hanya sekadar melewati waktu, menonton film yang sarat
akan nilai-nilai agama tentu akan menambah value dari waktu yang kamu habiskan.
Diantaranya kamu bisa menonton film-film Malaysia dan Iran terutama karya-karya
Majid Majidi yang fenomenal dengan film The Children of Heaven nya.
5. Nonton
youtube
Malas menonton film yang berdurasi jam-an? Atau
malas menonton film? Kamu bisa berseliweran di Youtube dan mencari
konten-konten yang kaya akan edukasinya. Ada banyak channel edukasi terkenal
dan ringan, seperti Ted, School of Life, Kokbisa?, atau berbagai tutorial,
bahkan kamu juga bisa mendengar banyak kajian sunnah di Youtube. Sekarang
youtube lebih dari TV, bro! Hehehe ngga deh, becanda.
6. Baca
Artikel di Website
Tidak harus yang berat-berat seperti Catatan Pinggir,
Madilog atau tulisan-tulisan Rumi. Kamu bisa memulai membaca berita (dari
sumber terpercaya ya!), opini, atau artikel ringan seperti dari Muslim.or.id,
Muslimafiyah, Selasar, Qureta, Hoedamanis, atau blog saya hehehe :D
7. Baca
buku
"Bacalah
dengan nama Tuhanmu yang mencipta" (Q.S. Al-Alaq : 1)
Buku adalah jendela dunia. Membaca akan memperkaya
wawasanmu dan retorikamu, menambah perspektif baru dan semiotika kita. Buku
juga salah satu ‘time machine’ yang baik, dan buku yang bagus serupa teman yang
baik. Ia tahu membuatmu tersenyum, dan seiring dengan itu membukakan pikiran
dan kesadaran, pun kadang kearifan. Kamu bisa mulai membaca kitab-kitab ulama,
seperti kitab fikih, sirah, atau kumpulan hadist, dan lain-lain. Atau dari yang
ringan seperti tetralogi Muhammad karya Tasaro GK, karya-karya Habiburrahman El
Shirazy, atau bunga rampai pemikiran Cak Nun.
8. Baca
majalah atau koran
Mungkin sebagian kita ada yang masih belum terbiasa
membaca buku. Tidak apa, kita bisa memulai membaca dari majalah atau koran,
yang biasanya kontennya berisi berita, opini, dan iklan. Ada banyak genre
majalah sesuai minat kita masing-masing, such a good start right? Contoh
majalah rekomendasi yaitu National Geographic, Trubus, Tempo, atau Kompas.
9. Ikut
Kuis Alfath, eeeaaa
Selain hadiahnya yang menggoda bener, kuis ini
menguji sejauh mana pengetahuan kita berbagai pengetahuan tentang Islam. Bahkan
hanya dengan memantangi kuis dan mencari jawaban saja sudah jadi cara efektif untuk
belajar lagi tentang Islam. Jadi, yuk, pantengin handphone bukan cuma untuk
sosial media, tapi juga belajar dan dapat hadiah dari Alfath, yeaay!
Yap, itulah 9 hal menyenangkan untuk dilakukan
menjelang berbuka, daripada gabut, lemes nungguin azan dan sedikit-sedikit
melihat jam, yuk kita lakukan hal yang lebih produktif tapi ringan dan
menyenangkan!
No comments:
Post a Comment