Tuesday, June 13, 2017

10 Buku Rekomendasi Spesial Ramadhan!

yang mengherankan dari buku terkenal ialah... ia jarang dikenal @noffret

Buku adalah jendela dunia, dan membaca selain menambah ilmu juga punya baaanyak sekali manfaat. Dengan membaca maka wawasan retorika kita akan bertambah ; kita jadi terbiasa untuk ‘berproses’, menyerap setiap kata demi mendapatkan informasi ; dengan membaca kita akan terbiasa bertabayyun terhadap informasi baru, ya, dengan membaca. Dan masih baaanyak manfaat lainnya.

Berikut rekomendasi buku spesial Ramadhan versi saya.

1.      Tasaro GK : Tetralogi Muhammad
Pernah membaca sirah dalam bentuk novel? Well, membuat biografi Nabi SAW ke bentuk novel memang langkah yang sangat berani dan penuh resiko. Sebab untuk memastikan setiap perasaan bahkan ucapan yang ada di setiap kejadian dan setiap tokoh tentu perlu ketelitian, riset dan kepekaan yang luar biasa tinggi.

Namun Tasaro GK berhasil mengatasinya dengan baik sekali. Sehingga tetralogi Muhammad sangat berbeda dengan biografi-biografi lain. Tidak sekadar tahun, atau siapa yang berbuat begini dan begitu, atau sekadar nama tempat. Jauh lebih dari itu, tetralogi Muhammad mampu membuat kita tersentuh. Permainan diksi nan puitis dan apa adanya berhasil membuat kita dengan mudah mengimajinasikan kejadian di dalam novel tersebut, dan membuat saya berkali-kali terbayangkan film The Message yang fenomenal itu.

An instant classic!

2.      Salim A Fillah : Dalam Dekapan Ukhuwwah
Inti buku ini ialah sesuai judulnya, ukhuwwah. Masalah apa saja yang dapat terjadi dalam ukhuwwah, bagaimana menghidupkan ukhuwwah, dan lain-lain. Namun juga sarat akan wisdom  dan pengetahuan Islam yang seluas alam. Buku ini berisi cerita-cerita inspiratif, puisi yang menyentuh, dan penelitian dari buku-buku mentor ternama seperti Jhon C Maxwell, Stephen Covey, Yvonne Oswald, dan lain-lain.

Sulit bagi saya menentukan bab mana yang paling saya sukai, sebab setiap bab memiliki penekanan yang berbeda. Di setiap akhir bab, saya kian menutup buku sejenak, dan merenungkan sejauh mana diri ini mampu mendekap ukhuwwah, dan lebih jauh, sejauh mana saya telah mengamalkan Islam tidak hanya sebagai pemenuh eksistensi jati diri, tapi sebagai wisdom dan penunjuk yang saya dekap di kehidupan sehari-hari.

Dalam Dekapan Ukhuwwah adalah hadiah, surat cinta paling hangat yang disajikan Salim A Fillah dibanding buku-bukunya yang lain.

3.      Abbas As-Siisy : Bagaimana Menyentuh Hati
“Jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, bila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh,” demikian sabda Rasulullah Saw. mengenai hati. Dakwah sesungguhnya berorientasi mengubah arah kehidupan umat manusia; dari kebatilan menuju kebenaran, dari kegelapan menuju cahaya, dari kerancuan menuju kejelasan. Semua itu bermula dari hati. Dalam Buku ini, Syaikh Abbas As-Siisiy, seorang dai yang berpengalaman, memberikan berbagai uraian tentang dakwah, dengan mengangkat kisah para Sahabat bersama Rasulullah SAW, para sahabat, hingga kisah pengalamannya dalam berinteraksi dengan medan dakwah, baik yang dialami sendiri maupun yang disaksikannya. Dari kisah-kisah nyata itulah beliau mengambil beberapa hikmah dan pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kita semua, para penyeru dakwah.

Seorang da’i perlu belajar merendah diri. Dakwah bukan medan menunjuk-nunjuk kelebihan atau kehebatan diri. Dakwah ialah sebuah proses membimbing dan menyatukan hati-hati kembali kepada Allah.
Buku ini mengungkapkan bahwa hanya dengan hal-hal ‘sepele’ yang terkadang sering terlupa, sebenarnya kita dapat menyentuh hati orang lain.. Buku ini juga menyadarkan bahwa hati hanya dapat ‘disentuh’ oleh hati.

4.      Sayyid Qutb : Ma’alim Fi Thariq
Buku ini merupakan karya terakhir beliau yang ditulis dalam tahanan pada tahun 1964. Buku ini pula yang mengantarkan sang penulis meraih kesyahidan di tiang gantungan rezim zalim penguasa Mesir Gamal Abdul Nasser. Beliau dihukum mati dengan hukuman gantung  pada tanggal 29 Agustus 1966. Dalam buku ini beliau mengemukakan gagasan tentang perlunya revolusi total, bukan semata-mata pada sikap individu, namun juga pada struktur negara. Buku ini pula yang dijadikan bukti utama dalam sidang yang menuduhnya bersekongkol hendak menumbangkan rezim diktator Mesir, Gamal Abdul Nasser.

Sebuah bacaan yang menggetarkan hati, menambah wawasan yang sangat luas tentang politik islam, dan bagaimana buku ini menyadarkan kita bahwa beragama Islam tidak sekadar beretorika, tapi juga pergerakan.

Outstanding!

5.      Walid bin Wahid Sadikin : Orang-Orang yang Tak Suka Popularitas
Popularitas telah menjadi berhala akhir-akhir ini. Semua orang ingin dikenal. Jangankan yang bersifat duniawi, bahkan yang bersifat ukhrawi pun dipamerkan. Jangankan yang bersifat jasmani, bahkan yang bersifat rohani pun dipamerkan.

Kita hidup di zaman ketika segala hal, dari yang remeh temeh sekali pun menjadi ajang untuk pamer dan unjuk diri. Kita hidup di zaman dimana kebajikan menjadi bahan untuk membentuk imej, bukan lagi semata penghambaan.

Di tengah hirup pikuk masyarakat yang berisik, selalu ada malaikat yang hening. Orang-orang yang diam dalam sunyi, yang menjalani hidup tanpa hasrat terkenal, yang menjauhkan diri dari pujian dan pemujaan, yang senantiasa bersyukur karena tak dibelenggu popularitas. Mereka lah kaum Ahfiya’, orang-orang yang merahasiakan diri, tidak ingin dikenali, tidak ingin unjuk diri, karena hidup mereka tidak membutuhkan apapun selain sunyi.

Buku yang merupakan terjemahan kitab Al-Akhfiya’ : Al-Manhaj was-Suluk, adalah buku kecil serupa oase di padang pasir. Siapa pun yang terlalu sibuk unjuk diri, mungkin perlu membaca buku ini. Untuk jeda sejenak, untuk mengenali diri...

6.      Goenawan Mohammad : Catatan Pinggir
Goenawan Mohammad adalah salah satu orang di negeri ini yang paling saya kagumi. Beliau telah menulis jauh sebelum saya lahir, dan masih sampai sekarang.

Catatan pinggir merupakan sekumpulan esay yang rutin ditulis Goenawan Mohammad di majalah Tempo juga di blog pribadinya. Buku ini telah memiliki 10 jilid, dan rata-rata di setiap jilidnya terdapat 100-200 catatan. Catatan Pinggir sendiri membahas A sampai Z, 1 sampai tak hingga, dari Bisma sampai Zarathustra, Bung Karno sampai Che Guevera, Abu Nawas sampai Herr Keuner, Chairil Anwar sampai Alvin Toffler, John Maynard Keynes sampai John Kenneth Galbraith, Pram sampai Nietzsche, dari Abisalom sampai... Oh well.

Tulisan Goenawan Mohammad khas dengan bahasa yang kalem, dingin, datar, namun dalam, dan sulit dipahami haha. Saya pribadi sering kesulitan memahami Caping walau sudah membacanya di tempat sepi dan di pojokan, bahkan sekali pun telah membacanya berkali-kali. Tapi  membaca Caping such a addicting.

Catatan Pinggir memang bukan buku Islami atau buku tentang agama, tapi sungguh mengasyikkan menyelami wawasan dia yang sangat... sangat luas.

7.      Agustinus Wibowo : Garis Batas
Garis Batas juga bukan buku Islami atau buku tentang agama. Garis Batas berisi perjalanan Agustinus Wibowo berada di negeri-negeri Asia Tengah yang misterius seperti Afghanistan, Tajikistan, Kirgizstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan, yang di dalamnya terkandung banyak filosofi, agama, budaya, dan realitas yang tak tersentuh.

Garis batas geografis terkadang ditandai oleh sungai, pegunungan, jalan atau tonggak-tonggak yang terpancang antar dua wilayah negara yang berbeda. Saat kita melewati garis tersebut, banyak hal yang akan berubah. Dari negara yang berubah, maka bahasa, mata uang, agama, adat istiadat, budaya dan sebagainya pun berubah. Perubahan itu terkadang tipis tak terlihat hingga lebar tak terhingga.

Selimut Debu, Garis Batas, dan (yang paling membuat saya baper) Titik Nol adalah buku perjalanan yang traveller ini lakukan di negeri-negeri yang tidak biasa, yang justru dihindari traveller kebanyakan. Buku-buku Agus tidak hanya tentang nama negara, keunikan dan ikon di dalamnya, tapi wisdom, esensi dan filosofi dari setiap perjalanan yang dia lakukan.

Salah satu buku travel terbaik yang pernah ada!

8.      Maulana Muhammad Zakaria : Fadhail A’mal
Bisa dibilang,  Fadhail A'mal salah satu buku yang paling mengubah hidup saya selain Orang-Orang yang Tak Suka Popularitas. Buku ini terbagi jadi 5 bab. Tentang keutamaan para sahabat, keutamaan shalat, keutamaan berpuasa, keutamaan membaca Al-Qur'an, dan keutamaan berdzikir. Berisi sekumpulan ayat Al-Qur’an, hadist, kisah sahabat dan alim ulama, bahkan juga ada kutipan dari kitab Taurat.

Bagian tentang keutamaan para sahabat yang paling membuat saya menangis tersentuh, atau menangis karena malu pada diri saya sendiri, karena tidak setabah para sahabat Rasulullah seperti yang diceritakan di buku ini.
Bagi saya buku ini sulit diselesaikan dengan cepat, sebab setiap kali saya selesai membaca satu halaman, saya kerap termenung dan mempertanyakan keislaman dan keimanan saya. This book is beyond the words!

9.      Emha Ainun Nadjib : Sililit Sang Kiai
Ini adalah buku terbaik Cak Nun yang pernah saya baca. Gugatannya yg cerdas, liar, berani, dan asoy gemboy menjadikan Emha sebagai seorang tokoh Islam yang paling menggemaskan.

Sililit Sang Kiai menyentil realitas sosial yang dekat dengan kita, hal-hal sepele yang kerap kita lupakan namun berdampak besar. Lugas, lucu namun menohok, khas Cak Nun. Mungkin buku yang sangklek ini sulit diterima bagi mereka yang berlum terbiasa membaca tulis Cak Nun, tapi pada akhirnya, tanpa sadar atau tidak, kita akan sampai pada titik kita mengucapkan ini : “Benar juga”

10.  Gilang Pratama : Cuci Otak NII
Gilang Pratama adalah salah satu korban perekrutan NII yang mengangankan membangun negara Islam di Indonesia. Setelah bertahun-tahun bergabung dengan organisasi itu –sehingga tahu seluk beluk seutuhya- Gilang Pratama akhirnya menyadara bahwa NII tidak lebih dari sekadar organisasi mafia pencuci otak yang hanya menginginkan uang dan keuntungan para anggotanya.

Buku ini tidak hanya memaparkan perjalanan penulisnya dalam organisasi NII, tetapi juga memaparkan bagaimana liciknya NII memutar balikkan ajaran-ajaran agama demi kebutuhan dan keuntungannya sendiri.

Yap! Mungkin sebagian judul diatas terdengar asing. Tapi justru buku yang bagus tidak terkenal, karena dalam pembuatannya tidak terpengaruh embel-embel komersial, atau pun pemenuhan pasar. Sebagian memang berat, sebagian juga buku ringan. Tidak ada yang salah membaca buku apa pun. Membaca buku berat bukan berarti lebih pintar, atau sebaliknya. Sebab, pengetahuan apapun yang digunakan dengan baik akan menjadi wisdom, kebijaksanaan, kemampuan yang hanya dimiliki manusia untuk membedakan baik buruk dan benar salah.

1 comment: