Monday, June 12, 2017

3 Hal Utama yang Sepatutnya Dilatih Selama Ramadhan

Ramadhan hanya terjadi satu kali setahun, dan di dalamnya kita sebagai umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa 30 hari penuh, demi mencapai kemenangan, melawan hawa nafsu kita. Namun, benarkah puasa hanya sekedar menahan haus dan lapar?

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Di bulan ini lah setiap pahala dilipat gandakan, dari yang terhitung sampai yang tidak terhitung. Pahala amalan sunnah dihitung wajib, yang wajib dihitung berkali-kali lipat.



“Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipat­gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesung­guhnya, (amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang ber­puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’ Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika dia berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan Rabb-nya. Sesung­guhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.” (Lafazh hadits adalah milik Imam Muslim)


Disamping keistimewaan-keistimewaannya, tujuan adanya Ramadhan salah satunya sebagai bulan madrasah , dimana kita sepatutnya menggenjot amalan-amalan kita melebihi di bulan-bulan lain, dan sepatutnya sebagai sarana kita melatih hal-hal yang akan membentuk karakter Islami kita, dan menjadikan kita sebagai pemenang.

Hal-hal apa aja sih yang perlu kita latih selama Ramadhan?

1.      Melatih diri untuk tidak berlebihan.
“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan”, tiga kali Rasulullah menyebutkan hadits ini, baik sebagai berita tentang kehancuran mereka ataupun sebagai do’a untuk kehancuran mereka. (Diriwayatkan oleh Muslim (2670)).

Biasanya, bulan puasa yang seharusnya membuat kita lebih fokus beribadah, malah sering kelewat penting dengan kesibukan kita mencari menu berbuka. Kita seringkali membeli banyak makanan ‘penyedap mata’, padahal belum tentu semua itu bakal kita habiskan, dan padahal berbuka dengan yang manis dan mengenyangkan saja sudah cukup. Jangan jadikan momen berbuka puasa sebagai momentum balas dendam atas penahanan diri kita terhadap hawa nafsu selama seharian tadi.


2.      Melatih untuk menggembleng diri.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan  tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu  akan diminta pertanggung-jawaban” (Al Isra:36)

Sepatutnya, saat Ramadhan kita membuat target ibadah melebihi bulan-bulan lainnya. Tentu tidak lah mudah untuk mem-push diri beribadah di luar batas nyaman kita. Solat malam 11 atau bahkan 23 rakaat? Tadarus satu juz, atau mungkin tiga juz sehari? Bangun sebelum subuh untuk sahur? Disini lah kita diajarkan untuk lebih bersabar dalam menjalankan perintah Allah. Lebih jauh, mulai lah belajar untuk menikmati ‘zona tidak nyaman’ tersebut. Maksimalkan, supaya nantinya selepas bulan Ramadhan kita tidak akan keberatan lagi untuk banyak beribadah ;)

3.      Melatih menahan diri.
Ya, lebih jauh, puasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus. Tetapi menahan hawa nafsu, apapun bentuknya. Dari hal-hal terkecil, misalnya berupa marah, berkata kasar dan tidak ada nilainya, ghibah, melihat yang tidak baik, mengambil yang bukan hak nya, melakukan hal-hal yang tidak berfaedah, dan banyak lainnya. Tapi bukan berarti selama siang hari kita menahan diri lalu saat berbuka kita melakukannya yaaa.

Disini lah esensi puasa, bahwa puasa bukan hanya pause (jeda bermaksiat), tapi juga sebagai pengingat bahwa di malam hari pun kita tetap harus menjaga diri dari perbuatan maksiat dan menahan hawa nafu.

Akhirul kata, itu lah 3 hal paling utama yang harus kita latih selama Ramadhan, agar selepas bulan nan suci ini, kita bisa membawa 3 value tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, memantapkan karakter kita sebagai umat Muslim sejati, dan tentu, sebagai pemenang!
Allahu Akbar!

No comments:

Post a Comment