“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Di bulan ini lah setiap pahala dilipat gandakan,
dari yang terhitung sampai yang tidak terhitung. Pahala amalan sunnah dihitung
wajib, yang wajib dihitung berkali-kali lipat.
“Setiap
amalan Anak Adam, kebaikannya dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh
ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya,
(amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya
karena (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’
Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika dia berbuka
puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan Rabb-nya.
Sesungguhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada
bau kasturi.” (Lafazh hadits adalah milik Imam Muslim)
Disamping keistimewaan-keistimewaannya, tujuan
adanya Ramadhan salah satunya sebagai bulan
madrasah , dimana kita sepatutnya menggenjot amalan-amalan kita melebihi di
bulan-bulan lain, dan sepatutnya sebagai sarana kita melatih hal-hal yang akan membentuk karakter Islami kita, dan menjadikan kita sebagai
pemenang.
Hal-hal apa aja sih yang perlu kita latih selama
Ramadhan?
1. Melatih
diri untuk tidak berlebihan.
“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan”, tiga kali
Rasulullah menyebutkan hadits ini, baik sebagai berita tentang
kehancuran mereka ataupun sebagai do’a untuk kehancuran mereka.
(Diriwayatkan oleh Muslim (2670)).
Biasanya, bulan puasa yang
seharusnya membuat kita lebih fokus beribadah, malah sering kelewat penting dengan
kesibukan kita mencari menu berbuka. Kita seringkali membeli banyak makanan
‘penyedap mata’, padahal belum tentu semua itu bakal kita habiskan, dan padahal
berbuka dengan yang manis dan mengenyangkan saja sudah cukup. Jangan jadikan momen berbuka puasa sebagai
momentum balas dendam atas penahanan diri kita terhadap hawa nafsu selama
seharian tadi.
2. Melatih
untuk menggembleng diri.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya
itu akan diminta pertanggung-jawaban” (Al Isra:36)
Sepatutnya, saat Ramadhan kita
membuat target ibadah melebihi bulan-bulan lainnya. Tentu tidak lah mudah untuk
mem-push diri beribadah di luar batas
nyaman kita. Solat malam 11 atau bahkan 23 rakaat? Tadarus satu juz, atau
mungkin tiga juz sehari? Bangun sebelum subuh untuk sahur? Disini lah kita
diajarkan untuk lebih bersabar dalam menjalankan perintah Allah. Lebih jauh,
mulai lah belajar untuk menikmati ‘zona tidak nyaman’ tersebut. Maksimalkan, supaya nantinya selepas bulan Ramadhan kita
tidak akan keberatan lagi untuk banyak beribadah ;)
3. Melatih
menahan diri.
Ya, lebih jauh, puasa tidak hanya
tentang menahan lapar dan haus. Tetapi menahan hawa nafsu, apapun bentuknya.
Dari hal-hal terkecil, misalnya berupa marah, berkata kasar dan tidak ada
nilainya, ghibah, melihat yang tidak baik, mengambil yang bukan hak nya,
melakukan hal-hal yang tidak berfaedah, dan banyak lainnya. Tapi bukan berarti
selama siang hari kita menahan diri lalu saat berbuka kita melakukannya yaaa.
Disini lah esensi puasa, bahwa puasa bukan hanya pause (jeda bermaksiat),
tapi juga sebagai pengingat bahwa di malam hari pun kita tetap harus menjaga
diri dari perbuatan maksiat dan menahan hawa nafu.
Akhirul kata, itu lah 3 hal paling utama yang harus
kita latih selama Ramadhan, agar selepas bulan nan suci ini, kita bisa membawa
3 value tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, memantapkan karakter kita
sebagai umat Muslim sejati, dan tentu, sebagai pemenang!
Allahu Akbar!
No comments:
Post a Comment