Monday, April 3, 2017

Ideal Role Model? // Sosok Panutan yang Ideal

Adakah seseorang yang anda kagumi? Yang anda contohi dan anda ikuti? Siapakah mereka? Apa mereka yang mempunyai mempunyai prestasi akademik, non akademik? Mereka yang mampu memimpin dan mempengaruhi banyak orang di sekitarnya? Atau mereka yang berkontribusi besar bagi sesama nya?

Apakah mereka adalah keluarga anda sendiri? Ayah, ibu?

Siapa pun jawaban anda, maka mereka lah role model anda. Singkatnya, role model adalah "someone to look up", "someone who you want to be", "someone inspires you", dan lainnya. Kita bisa jadi mengikuti apa saja tentang dia. Gaya hidup, cara bicara, cara berpakaian, cara berfikir, buku yang dibaca, bahkan idealisme mereka. Yap, admiring role model can be that far.

Apa pentingnya mempunyai role model?
1. Sebagai indikator keberhasilan kita
2. Mempunyai role model provides us the pathway atau cara, atau pengarah action to achieve keberhasilan, self development, atau kualitas diri yang lebih baik lah gitu.
3. Sebagai pemotivasi
4. Membentuk karakter diri dengan mengikuti kebiasaan-kebiasaan positif mereka

Role model bisa dibilang merupakan 'standar' pribadi yang ideal. Bisa jadi kita merasa pribadi kita belum ideal apabila belum sama dengan standar-standar that can approach things about that role model. Misalnya, role model kita sering menjuarai 3 bidang perlombaan yang berbeda ; olahraga, olimpiade dan debat ekonomi, dan tilawatil Qur'an. Kita (okelah, saya aja), saya menganggap, oh saya harus menguasai tiga bidang juga karena itulah indikator saya berprestasi, so i have to push my self, but in fact saya hanya mampu menguasai dua bidang. Berarti saya bodoh! Tidak ideal, tidak berprestasi, got no self esteem, dan lain-lain.

Yes, this is the problem. We often forget that : we need role that reminds us of what being a human. We often see them perfect and we as the imperfect, we see their perfection and our imperfection. Kita sering mem-push diri kita menjadi mereka, instead we're losing our own character dan tidak menerima diri kita apa adanya.

Role model yang kita pilih, atau kita temukan bisa jadi memang sangat berbeda dengan kondisi kita, berdasarkan apa yang mereka punya and what they've been through. So, here, i would like to highlight betapa pentingnya menyesuaikan role model kita dengan kondisi kita sendiri.

A lot of suffering comes from our obsessive focus on outcomes, we spent a huge amount of of our lives trying to make the world match the picture we have in our mind and so often it doesn't match (Ted).

Jadi, bagaimana kah role model yang ideal itu?
1. Role model tersebut struggle permasalahan yang at least mirip dengan permasalahan yang kita hadapi, jadi kita bisa mengambil hikmah lah dari perjuangan mereka, adopt and implement it ;)
2. you can look for the people who achieved similar results as the ones you are going after.Role model tersebut achieve similiar results as the one we are going after.
3. Role model tersebut dapat terus memotivasi dan uplift kita, melalui cerita pengalaman mereka yang fascinating lah gitu.

My point is that you have to know first of all what are you after, and in what aspect do you need empowerment, guidance, direction, inspiration. After that you can more easily find your role models.

Intinya, pertama-tama kita harus mengenali diri kita terlebih dahulu, sahabat. What we are going after, what outcome yang kita harapkan, what kind of person and who do you want to be, dan in what aspect do we need empowerment, bimbingan, arahan, inspirasi, dan lain lain. I would say begitu lah cara menyesuaikan adopting role model values to our condition.

No comments:

Post a Comment