Thursday, November 13, 2014
mau bener apa disalahin?
Hari ini, anastasya juniati menangis. Tepat saat itu bu Rita datang mengajar. Ibu melihatnya dan curiga perihal tersebut. Begitu pun aku dan selly. Akhirnya Juni menyuruh kami membuka grup line kelas. Ternyata, ada foto artis cewek yang dadanya dipegang si artis cowok tapi diedit jadi wajahnya Juni dan Ade. Oh, jadi karena itu dia menangis. Aku geram, geram sangat. Kok bisa becandanya sampai segitunya? Aku pun bertekad mengadukannya, tapi Selly mencegah dan berbisik, nanti saja empat mata, nanti kita dimusuhi teman-teman sekelas. Aku polos, kubilang ah biar, emang ini kejadian Afif yang salah,kok. Afif namanya, yang mengedit foto tersebut dan menguploadnya di grup. Memang sih, cuma buat becandaan, tapi keterlaluan kalau sampai ada pihak yang merasa keberatan, aku pun merasa ini pelecehan. Selly menegur, jangannn nanti kita kena! Aku pun berkata, Jun, nanti aja ya. Kau yang kasih fotonya lah ya? Dia menggeleng, aku gak kuat, katanya dengan mata yang masih sembab dan hidungnya yang masih meler. Yaudah, kupanggil Bu Rita walau ragu dan memberi hape Bule yang isinya foto tersebut. Siapa yang bikin foto ini? Apip, bu, kataku pelan. Dan Bu Rita pun memanggil Afif dan mensidangnya. Aku lega, aku melakukan hal benar walau mungkin nanti mereka 'sleight' sama aku dan Selly. Selly kembali mengingatkan, kau yaaa yang ngasih tau, aku gak ikutan ya. Iyaaa, kataku. Bu Rita pun menasihati kami perihal ini, dan Selly berbisik "aku denger jelas, raksi nanya ke rizaldi siapa yang ngadu? Terus Rizaldi bilang selly". Aku cuma senyum. Bawa aja namaku, kataku. Beberapa saat kemudian, Selly bilang "kita dikeluarin dari grup". Aku senyum kalem, biarlah. Kemudian Selly melihat dari hape Juni, seseorang mengatakan "makan kawan sampah, baj*ng*n kalian" di grup. Biarlah, biarlah...
Saat istirahat, aku dan Selly menuju majelis guru untuk menceritakan kasus berkelanjutan ini. Dan saat masuk lagi, kami menuntaskan presentasi yang belum siap tadi dan Bu Rita menasihati kami. Kalian keluarga bukan? Iya, gak? Kalo anggota keluarga ada yang bertingkah, wajar kah saudara lain memberitahu ibunya? Wajar kah saudara-saudara lain memusuhi saudara yang mengadu tersebut? Kemudian pantas tidak, anak sekolah favorit berkata tidak senonoh? Kalau bikin grup kelas, ya satu kelas dong dimasukin ke grup, jangan dibeda-bedakan. Kurang lebih begitu nasihatnya. Kemudian kami disuruhnya untuk membentuk lingkaran di lapangan, dan saling meminta maaf. Kami minta maaf sambil tertawa santai. Keadaan terasa cair dan membahagiakan saat ini. Ketika yang beku perlahan cair, rasanya inilah yang menyenangkan dari semua proses pertemanan.
Tapi ada satu yang lucu, yaitu sih kawan. Ketika mengetahui aku disampingnya, dia minta tukar posisi supaya gak dekatan sama aku. Aku cuma tertawa saat mendengarnya dari Selly. Mungkin bukan menjauh, tapi ingin dekat dengan teman yang lain, ye kan? Hahahah.
Harift, temanku yang baik menginvite aku dan Selly ke grup lagi. ^_^
Ya Hari ini memang sangat mengesan kan sekali dan aku belajar banyak bahwa aku harus tetap teguh memgang kebenaran ya memang belum tentu banyak yang suka terhadap tindakan aku dan selly. Sesama teman kita harus saling mengatkan satu sama lain walapun pada akhirnya aku tetap harus sabar semoga allah membalas kebaikan kami kelak... Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment