Sunday, November 16, 2014

i'm a teen : aku kenapa?



Inilah aku, yang memasuki usia remaja. Usia dengan tingkat pubertas paling tinggi biasanya. Di saat inilah... Aku mulai bertanya-tanya dan mencari jati diriku yang sebenarnya. Aku mulai mencari dimana duniaku. Saat inilah aku mulai membeli produk perawatan wajah dan tubuh. Aku mulai menyukai memakai perhiasan. Mulai senang memilih-milih jam tangan, tas, atau sepatu mahal. Mulai minta dibelikan pakaian dan khimar yang cantik. Bahkan saat inilah aku yang tak pernah minum kopi, mulai merasa keren setiap kali minum kopi.

Kau tau? Bahkan aku mulai liar. Aku senang berkeluyuran, pergi ke lapangan Engku Putri, Ocarina, piknik di pantai di minggu pagi, atau nongkrong dan menikmati bubur ayam sembari menyeruput kopi di Pasar Penuin, Jodoh, atau belakang DC Mall. Di siangnya mengunjungi masjid raya batam dan jabal arafah, cuma untuk melihat-lihat atau memotret diri di pemandangan sana. Sore hari ingin rasanya nongkrong, makan martabak cokelat dan susu milo di Tanjung Uma atau daerah Nagoya. Malam rasanya ingin nonton bioskop di Nagoya Hill. Aku mulai malas sekolah, malas belajar. Malas sangat! Tak peduli tentang besok! PR? Aku bahkan tak ingat kapan terakhir mengerjakan sendiri PR di rumah. Seingatku aku selalu mengerjakan PR di sekolah, itupun biasanya nyalin punya temen. Di rumah aku sepertinya sibuk nge-cek event atau menyiapkan untuk lomba. Event itu semacam pelarian buatku. Yaaa paling rajin sih cuma latihan soal di tempat les dan les bahasa inggris online. Itu saja palingan.

Jujur aku sedih. Aku selalu mengecewakan orangtuaku yang selalu mendukungku. Tapi susah rasanya kalau malas sudah menjalar. Aku kenapa???

Bahkan aku sudah mulai jarang sekali membaca atau minimal mendengarkan kajian islam...

Aku kenapa??

Setiap aku mengikuti pelajaran di sekolah... Aku selalu kesal dengan teman-teman yang dapat menjawab pertanyaan guru di kelas.
Akhirnya aku berjanji pada diriku, aku akan mulai rajin belajar.
Tapi?

Kupikir dengan menjawab atau bertanya sekali dalam satu pertemuan dan memperhatikan apa yang dijelaskan setidaknya cukup...

Aku kenapa??

Inikah yang kata orang masa transi watak? Ada yang bisa membantuku, tidak?

No comments:

Post a Comment