Parlemen Remaja Ditantang Selesaikan RUU Kebudayaan
20-May-2014
Para remaja yang berasal dari 34 provinsi ini belajar tentang tugas dan fungsi DPR, melakukan simulasi rapat dan ditantang menyelesaikan RUU Kebudayaan.
"Disini kalian bisa belajar menghayati bagaimana salah satu pilar negara DPR RI bekerja, nanti kalian juga mendapat tantangan dalam simulasi untuk bisa menyelesaikan RUU Kebudayaan yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi X DPR," kata Sekjen DPR Winantuningtyastiti saat membuka secara resmi kegiatan Parlemen Remaja 2014, di Kopo, Jabar, Minggu (18/5/14).
Ia juga secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena untuk pertama kalinya ajang ini diikuti oleh perwakilan remaja dari seluruh provinsi. Harapannya suluruh peserta yang telah melewati proses seleksi dari Tim Universitas Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.
"Ini kesempatan emas untuk belajar demokrasi, berdebat dengan santun. Kalian juga bisa belajar memahami bagaimana berbagai kepentingan bisa disatukan termasuk diantaranya kepentingan daerah," ungkapnya.
Win begitu ia biasa dipanggil menambahkan antusiasme peserta dari sejumlah daerah untuk mengikuti agenda ini cukup besar sehingga patut dipertimbangkan secara berkala dilaksanakan dua kali dalam setahun. Disamping Parlemen Remaja saat ini telah digelar pula Parlemen Go to Campus untuk kalangan mahasiswa.
Pada bagian sesi tanya jawab Sekjen terperangah menyaksikan acungan tangan hampir seluruh peserta yang berjumlah total 136 orang. Deputi Bidang Perundang-undangan Johnson Rajagukguk yang menjadi moderator harus bekerja keras mengatur jalannya sesi ini.
Pertanyaan yang diajukan peserta juga sangat kritis diantaranya Muthia Nabila Pratiwi perwakilan dari Provinsi Kepri yang mengecam keras maraknya money politic dalam pemilu legislatif lalu. Sementara itu Kiki Asdianty siswa SMAN 1 Tidore Kepulauan Maluku Utara mengusulkan lebih baik jumlah anggota dewan dikurangi saja.
"Saya mengusulkan lebih baik jumlah anggota DPR dikurangi saja karena bagi masyarakat itu yang terpenting adalah kualitas kerja bukan banyaknya anggota," katanya lantang.
Pada bagian akhir sejumlah peserta meminta kesedian Sekjen untuk menandatangani buka panduan Parlemen Remaja 2014. "Saya kagum sama Sekjen DPR seorang perempuan, ini memotivasi saya siapa tahu nanti bisa jadi Sekjen juga," ujar Miranti Riska perwakilan Sumsel. (iky), foto : ibnur khaliq/parle/hr.
"Disini kalian bisa belajar menghayati bagaimana salah satu pilar negara DPR RI bekerja, nanti kalian juga mendapat tantangan dalam simulasi untuk bisa menyelesaikan RUU Kebudayaan yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi X DPR," kata Sekjen DPR Winantuningtyastiti saat membuka secara resmi kegiatan Parlemen Remaja 2014, di Kopo, Jabar, Minggu (18/5/14).
Ia juga secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara karena untuk pertama kalinya ajang ini diikuti oleh perwakilan remaja dari seluruh provinsi. Harapannya suluruh peserta yang telah melewati proses seleksi dari Tim Universitas Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.
"Ini kesempatan emas untuk belajar demokrasi, berdebat dengan santun. Kalian juga bisa belajar memahami bagaimana berbagai kepentingan bisa disatukan termasuk diantaranya kepentingan daerah," ungkapnya.
Win begitu ia biasa dipanggil menambahkan antusiasme peserta dari sejumlah daerah untuk mengikuti agenda ini cukup besar sehingga patut dipertimbangkan secara berkala dilaksanakan dua kali dalam setahun. Disamping Parlemen Remaja saat ini telah digelar pula Parlemen Go to Campus untuk kalangan mahasiswa.
Pada bagian sesi tanya jawab Sekjen terperangah menyaksikan acungan tangan hampir seluruh peserta yang berjumlah total 136 orang. Deputi Bidang Perundang-undangan Johnson Rajagukguk yang menjadi moderator harus bekerja keras mengatur jalannya sesi ini.
Pertanyaan yang diajukan peserta juga sangat kritis diantaranya Muthia Nabila Pratiwi perwakilan dari Provinsi Kepri yang mengecam keras maraknya money politic dalam pemilu legislatif lalu. Sementara itu Kiki Asdianty siswa SMAN 1 Tidore Kepulauan Maluku Utara mengusulkan lebih baik jumlah anggota dewan dikurangi saja.
"Saya mengusulkan lebih baik jumlah anggota DPR dikurangi saja karena bagi masyarakat itu yang terpenting adalah kualitas kerja bukan banyaknya anggota," katanya lantang.
Pada bagian akhir sejumlah peserta meminta kesedian Sekjen untuk menandatangani buka panduan Parlemen Remaja 2014. "Saya kagum sama Sekjen DPR seorang perempuan, ini memotivasi saya siapa tahu nanti bisa jadi Sekjen juga," ujar Miranti Riska perwakilan Sumsel. (iky), foto : ibnur khaliq/parle/hr.
No comments:
Post a Comment