Sunday, September 20, 2015

Saat Remaja Berbicara Tentang Seks // A Teenage Talks About Sex Education

Remaja? Bicara soal seks? Apa, seks? Masyarakat indonesia masih menganggap seks adalah hal yang tabu. Which is the good thing nya, budaya seks di indonesia tidak sebebas di negara barat yang menganggap seks bukan hal yang tabu.

Kenapa saya tertarik bicara soal ini?

Well, saya baru aja nonton serial di antv HazalCansu. Terus, saya mau nanya sama mama saya yg juga nonton. "Ma, jadi bapak kandungnya si Hazal itu yang mana?". Trus, mama cuma jawab "ya yang itu". "Itu mana??? Itu kan bapak tirinya. Jadi sebenernya bapak kandung dia tuh siapa?" *wkwkwk, dasar gila sinetron*.

Saya sebenarnya mau nanya nya tuh gini, "jadi ibu yang miskin itu gituan sama siapa?". Tapi, takut. Akhirnya, sampai sekarang saya masih gak ngerti siapa bapak kandungnya Hazal *hahaha*.

Terus, saya jadi keinget waktu saya tanya sama ayah, yang lebih open minded. "Kalo lesbi itu kayakmana sih, yah? Oral ya?". Tapi ayah saya selanjutnya tidak menjelaskan dengan detail, mungkin sungkan.

Dan di rumah, kalo saya dan abang atau adik sedang nonton film luar, terus ada adegan kissing yang cuma 'bibir nyentuh bibir', kami 'diajari' sejak kecil untuk langsung mengalihkan pandangan.

Sekarang saya berfikir, bukankah walopun ngalihin pandangan dari adegan 'bibir kena bibir' itu kami juga tau bagaimana adegannya? Tapi, saya memaklumi ibu saya melarangnya walau bibirnya cuma keba doang. Mungkin dia takut kami jadi makin penasaran.

Beberapa teman saya, kadang masih merasa geli, jijik, atau lebih tepatnya munak munak jijik saat membicarakan seks. *anyway, saya bilang munak karena bukankah seks berhubungan dengan nafsu, dan siapa saja pasti akan lebih senang membicarakannya? Well, munak is acceptable anyway*. Saya bilang, ih biasa aja kali, woi, kan kita udah besar sih, udah belajar sih. Dibawa positif aja lah!

Eittsss... jangan sudzon, saat kami membicarakan seks, bukan berarti yang jorok jorok. Kebanyakan kami membahas apa yang sudah kami pelajari di biologi. Salah satu yang kami bicarakan misalnya "eh, semua bab di biologi itu ada praktikumnya kecuali bab apa hayoo?" "apa?" "Reproduksi!". Atau, "eh kalo selaput dara sobek terus berdarah, berarti perrama kali kayak gituan tuh sakit ya" "iyalah, namanya juga kedatangan benda asing. Orang yang pertama kali make kawat gigi aja mmulutnya sakit". Yap, seperti itu kira-kira.

Apalagi pasti ada kan temen kita yang suka ngomongin hal menjurus kesitu? *biasanya cowok nih*. Misalnya, kalo lagi undi tempat duduk/ bangku. "Woi, dikocoknya pelan-pelan ya, nanti cepet keluar pula". Serius, dan dia ngomongnya di depan kelas.

Intinya, remaja seusia saya, sebenarnya sudah tau hal-hal tentang seks. Kenapa? Karena kami belajar di Biologi. Dan belajar seharusnya membuat orang berfikir positif, bukan menganggap setiap hal berhubungan dengan seks itu jorok. Bukankah semua orang punya nafsu? Selama dikontrol, biasa aja kan? Oh ayolah, kita kan udah gede.

Dan, saya rasa, setiap orangtua harusnya tidak ragu memberi pengetahuan seputar sex education ke anaknya, apalagi kalau sudah puber. Dan hal ini akan membuat anak tidak akan canggung ketika bertanya seputar hal itu. Lah daripada nanya nya ke orang lain, mending nanya sama orangtua sendiri kan?

Okelah kawan, itu saja unek-unek saya malam ini. Jadi....... bapak kandungnya Cansu itu siapa?

No comments:

Post a Comment