Ayahku bekerja di perusahaan mining di Papua Nugini sejak 9 tahun lalu. Jadi karena ayah pulang 2 bulan sekali, dan aku tidak bisa banyak jajan kalau dia belum pulang, setiap kali beliau pulang biasanya kami bakal jalan-jalan terus hampir setiap hari. Sebelum ayahku pulang, aku membuat list barang atau jajanan yang mau aku beli kalau ayahku pulang. Setidaknya kalau ayah pulang, aku bisa sejahtera di pulsa, jajan dan pulangnya gak usah naik busway. Biasanya dia jemput.
Tapi bulan ini, adalah bulan terakhir dia pulang. Perusahaannya sedang tutup, semua kontraktor dipulangkan karena daerah tambangnya sedang bermaslah (longsor kalo gak salah), sungainya kering, harga emas lagi turun juga. Ya itulah beberapa alasannya.
Dan aku lupa kalau dia sedang tidak kerja. Jadi aku minta dijemput dari Baloi ke Sekupang. Aku lupa kalau mobilku ini fortuner, yang rada boros bensin. Sepulangnya, aku yang lagi pingin punya pena warna warni dan buku catatan cantik, minta turun sebentar di Edukits Tiban. Tapi tiba-tiba mama telpon, dia mengingatkan ayahku lagi tidak kerja, jadi jangan jajan yang gak penting. Jadilah aku di dalam edukits memandangi notebook cantik itu.
Aku kemudian keluar, ternyata ayahku parkir di depan food court. Aku juga kelaparan, jadi kami makan disitu. Dan relatif lebih mahal, jadi aku tanya, kok mahal kali? Udahlah rasanya gak seenak biasanya? Terus ayahku bilang, kan kita biasa makan disana. Aku diam, minta bon. Oh, ayahku yang sedang tidak kerja, harus makan makanan biasa aja dengan harga mahal?
Dalam mobil kemudian aku menulis di plannerku.
MULAI BESOK PULANG NAIK BIS LAGI, GAK USAH PAKAI OJEK.
JANGAN MAKAN DI TEMPAT MAKAN YANG GAK PERNAH KITA MAKAN DISITU
JANGAN MINTA BELIIN APA APA
Aku menulisnya besar-besar. Ini lembaran baru yang hanya sedikit berbeda. Sedikit lebih hemat bukan masalah
No comments:
Post a Comment