Monday, September 14, 2015

Allohumma Shayyiban Naafi'a...

Kami sedang mengambil nilai olahraga. Tiba-tiba hujan turun, hujan lebat, lebat sekali. Kebetulan akhir-akhir ini Batam sedang berkabut. Sontak kami berlari ke tempat teduh.

Anginnya kencang sekali, bahkan guntur dan kilat juga. Aku duduk di kantin, memandang hujan.

Aku teringat dulu saat sedang latihan beladiri di lapangan tiba-tiba semua lari ke pendopo. Aku teringat mereka.

Aku teringat dagangan si mbah yang kalau hujan, langsung berantakan lapaknya.

Aku teringat saat sedang sakit, jalan kaki hujan-hujanan untuk bertemu dia.

Aku teringat saat hujan deras beginilah, ibuku menerima raportku yang hancur sekali itu.

Kemudian aku mengadahkan tangan, menutup mata.

Ya Allah... maafkan aku yang sengaja menyakiti mereka.
Ya Allah... Jagalah mereka yang kucintai, dan jagalah hati kami.
Ya Allah... Aku mengakui dosa-dosaku. Dengan segala Kekuasaanmu, dan Kau Yang Maha Pengasih... aku bersimpuh, aku meminta dengan kerendahanku... Berkahilah sisa usiaku, istiqomahkan lah aku diatas jalanMu. Demi namaMu, lancarkan lah segala urusanku.

Aku minta diloloskan masuk undip ya Allah...

Allohumma Shayyiban nafii'an...

Sesungguhnya Dia menurunkan kesulitan untuk kita cari tau jalan keluarnya. Saat kita semakin terpuruk, dan meminta kepadaNya dengan kerendahan hati, maka Dia akan turunkan kemudahan lagi.

No comments:

Post a Comment