Dan aku tidak sengaja melihatmu. Aku tersentak, sayangnya seseorang di sampingku ini tidak memungkinkanku untuk mengeluarkan kepala dari mobil, berteriak memanggilmu, dan melambaikan tangan sambil nyengir.
Aku takjub! Kau memakai seragam itu! Seragam kita!
Kau sedang membonceng seorang wanita. Hah? Aku tersenyum, dia kah bidadari yang diutusNya untuk menemanimu? Dia pasti cantik sekali ya, sayang sekali aku hanya melihat punggungnya yang dibalut seragam PNS. Wihhh, dapet cewek pegawai negeri nih??? Aku sangat senang melihat, kau sudah menyusul teman-temanmu itu.
Dan motor itu pun melaju dan hilang dari pandangan. Aku hanya
memperhatikan dari belakang. Adakah kau ingat aku setiap kali lewat
perumahanku?
Dan semenjak itu, setiap pagi aku selalu memperhatikan pertigaan itu. Siapa tau aku melihatmu. Setiap lewat sei ladi, aku selalu memperhatikan motor2 di jalan yang arahnya berlawanan...
Terlalu dramatis ya?
Apakabarmu, bang Abdul?
Dan semenjak itu, setiap pagi aku selalu memperhatikan pertigaan itu. Siapa tau aku melihatmu. Setiap lewat sei ladi, aku selalu memperhatikan motor2 di jalan yang arahnya berlawanan...
Terlalu dramatis ya?
Apakabarmu, bang Abdul?
No comments:
Post a Comment