Aaa.... barbie habis nangis, gara2 nonton devdas cry emotikon
Beneran deh gak bisa ngomong apa2, speech less banget. Film ini emang
gak menguras air mata sepanjang film, tapi mampu membuat tenggorokan
saya tertahan, berkali2 saya menahan nafas melihat scene-scenenya. Ouhhh
my! Best bollywood ever! Dan scene terakhir mampu membuat saya menangis
galau frown emotikon
Ih, emang apa sih ceritanya?
Oke, film Devdas mungkin mirip-mirip ceritanya sama film RamLeela, atau
Di Bawah Lindungan Ka'bah,. Kisah cinta tragis,
konflik keluarga memang telah banyak. Tapi tetap saja rasanya mampu
mengaduk perasaan siapapun yang menontonnya.
Bagi yang sudah baca novel atau nonton film2 yang di atas mungkin udah kebayang kali ya ceritanya.
Devdas dan Paro sudah menjadi teman dekat sejak kecil, selalu
bersama-sama sampai suatu saat Dev diharuskan berangkat ke Inggris
selama 10 tahun. Tentu membuat Paro sangat sedih dan merindukan Dev.
Paro pun melambangkan cintanya pada Dev yang tidak akan mati dan terus
menunggu Dev dengan menyalakan lilin.
Sampai akhirnya Dev pun
kembali, tapi memutuskan untuk bertemu Paro dulu sebelum pulang ke
rumah. Hal ini lah yang membuat ibunda Dev sempat marah besar.
Karena melihat Dev dan Paro sedang mabuk cinta, ibunda Paro pun melamar
ke keluarga besar Dev. Tapi justru ditolak mentah-mentah dan dicaci di
depan orang ramai, mengingat status mereka yang sangat beda jauh.
Keluarga Dev sangat kaya, beda dengan keluarga Paro. Ibunda Paro pun
dendam dan bersumpah Paro akan menikah dengan laki-laki yang lebih
bermatabat dan kaya dibanding keluarga Devdas.
Benar saja, Paro
yang sakit hati pun mengiyakan lamaran seorang duda kaya raya. Dev pun
rapuh dan pergi ke rumah bordil, di sanalah ia bertemu seorang pelacur
yang sudah sangat terkenal, cantik, pintar dan mempesona bernama.... Duh
lupa, ya gitu lah. Tak disangka ternyata si pelacur malah jatuh cinta
pada Dev, padahal dia sendiri tau Dev sedang hancur dan tergila-gila
pada Paro *soalnya Devdas berkali2 ngomongin soal Paro ke si pelacur
ini*.
Dev kembali ke rumah Paro, ternyata Paro sedang
mempersiapkan diri untuk prosesi pernikahannya sebentar lagi, tentu
dengan hati yang sangat sedih. Mereka pun bertemu, bahkan...
Aaaaaa ini memorable scene nya! Sakit!
Dev mengantar Paro ke keramaian. Kemudian Paro yang sedang berada di
dalam tandu, dan Dev membuka tirai untuk pamit. Bahkan Dev ikut
mengangkat tandu tersebut ke tempat prosesi. Yang di dalam pun menangis
sejadi-jadinya. Saat Dev pergi, Paro mengeluarkan lilin, menunjukkan
bahwa cintanya pada Dev tidak akan mati. Aaaa sakitttt..... frown emotikon
Paro pun akhirnya menjadi istri saudagar, tapi hubungan Paro dan
suaminya mereka masih canggung, bahkan mereka tidak berhubungan intim di
malam pertama.
Dev yang semakin frustasi pun mulai
mabuk-mabukkan, dan hubungannya dengan si pelacur semakin dekat, walau
Dev terus membicarakan tentang Paro.
Ketergantungan Dev pada
alkohol semakin menjadi. Sampai akhirnya, ayah Dev yang sangat kasar pun
sakit-sakitan. Paro yang sama sekali tidak dendam pun menjenguknya di
saat-saat terakhirnya, dan terlihat bahwa ayah Dev sangat menyesal atas
kepergian Dev.
Dev pun datang ke prosesi pemakaman ayahnya dengan
keadaan mabuk, hal ini membuat Paro miris dan mendatanginya untuk
memintanya berhenti minum. Saat inilah Dev mengatakan, bahwa sebelum
mati, dia akan berada di depan rumah Paro.
Singkat cerita, Dev
makin terpuruk, si pelacur juga tidak mampu mengubah Dev. Tetapi Paro
sangat menghargai dan menghormati si pelacur, dia mengungkapkan senang
bahwa berarti Dev tidak akan kesepian. Ohhh... Aku terharu frown emotikon
SPOILER ALERT!!!
Singkat cerita, Dev sakit karena terlalu banyak minum alkohol, dan akan
segera meninggal dunia kalau masih minum. Seolah sudah meramalkan
kematiannya, Dev berpamitan kepada si pelacur dan ia sangat sedih. Dev
pergi ke kota tempat Paro tinggal. Bodohnya di perjalanan dia malah
masih minum. Dan...
Ini the most memorable scene, Dev yang
sekarat pun berbaring di depan rumah Paro. Paro awalnya masih bingung
dengan feelingnya, sampai saat ia menyadari itu adalah Dev...
Paro berlari menuju Dev, tapi sesaat sebelum hampir keluar, pagar pun di
tutup. Dev saat itu juga pergi selama-lamanya dan Paro yang tidak
berdaya pun menangis sejadi-jadinya di gerbang... saya juga cry emotikon
Oh dear, hanya beberapa langkah lagi saja mereka bertemu frown emotikon
Sekilas, film Devdas ini adalah adaptasi kedua setelah sebelumnya juga
ada film Devdas hitam putih, tapi jaduullll amat tahun 1955, lebih awalnya di tahun 1917 malah kalo ga
salah. Buset, nenekku belum lahir tuh.
Konon film ini adalah film dengan
anggaran paling mahal diantara film-film india lainnya kala itu. Daaan
yap! Sejak awal saya sudah terkagum-kagum melihat rumah Paro yang katany
orang miskin, tapi udah kayak Hotel tau gak sih rumahnya. Rumah Dev
apalagi, wah wah wah, semua rumah di film ini bener2 mewahhh. Belum lagi
saya yang sering bergumam, "cantik banget kostum2nya"... Film ini
terasa hampir sempurna didukung akting para pemain utamanya yang
memukau. Si cantik Aishwarya Rai, yang berhasil membuat saya iri dengan
kecantikannya. Midhura Dixit yang konon katanya aktris paling jago nari
di India, eh ini film pertama Midhura Dixit yang saya tonton, dan
langsung kagum dengan pesonanya. Dan tentu saja akting Shah Rukh Khan
yang sangat cemerlang!
Hanya saja mungkin yang agak sedikit
menggantung di film ini, bagaimana kelanjutan kisah dari saudara Dev
yang memperebutkan harta warisan, endingnya tidak dijelaskan.
Over all, film ini adalah film india terbaik yang pernah saya tonton selain Once Upon A Time In India, My Name Is Khan dan 3 Idiots.
Good job om sanjay leela!
No comments:
Post a Comment