Tuesday, April 4, 2017

What Outcome I Expect To Get?

Temen-temen, saya mau curhat.

What outcome I expect to get? What am I after? Who do i want to be?

Ketika kita sudah punya cita-cita, atau lebih tepatnya pekerjaan impian, biasanya sejak mulai perkuliahan kita menyiapkan step-step untuk mencapai pekerjaan impian tersebut. Misal, saya bercita-cita bekerja di multi national company bidang marketing atau business analyst atau apalah. Maka untuk mencapainya, selain IPK tinggi –dan mungkin TOEFL/IELTS  juga-, semasa kuliah saya harus harus sering mengikuti lomba di bidang marketing seperti debat, business plan, business case, atau membuat PKM, atau apalah yang lainnya, saya harus menjadi aslab atau asdos, atau apalah yang mempresent bahwa kita berpengalaman, punya skill, berprestasi dan menguasai sedikit banyak lah di bidang itu.

Sekarang ini saya kuliah manajemen. Nama alaynya, manajemen bisnis telekomunikasi dan informatika, di Telkom University. Alasan pertama saya kuliah manajemen sebenernya mau menghindari hitung-hitungan :3. Terus saya merasa saya punya skill lah dikit dikit me-manage, meng-organize, atau mem-plan sesuatu.
Tapi sebenernya, saya gak suka bisnis. Serius. Saya gak suka bisnis, karena saya ngerasa jualan produk itu capek, n saya mageran orangnya.

Jadi saya ngerasa saya gak mendalami bidang saya gitu, bidang manajemen bisnis (singkat saja manbis). Kalo ada orang nanya soal manajemen, marketing, bisnis atau seputar itu, saya gak pernah bisa jawab. Saya gak tau apa-apa, walau mungkin nilai mata kuliah Manajemen Bisnis dapet A gitu (tapi nggak A sih wkwk). Terus tah, hendaknya kan kalau kita mau ikut lomba, konferensi atau gitu-gitu tuh di bidang kita, gitu ya. Saya udah coba ikut lomba business plan,business case, bikin produk, gitu-gitu. Tapi as time gone by, saya ngerasa gak pinter-pinter gitu. Saya coba baca buku tentang manbis, baca berita tentang manbis, tapi saya ngerasa gak nambah pinter. Saya masih gak tau kalo ditanya apa-apa seputar manbis. Dan, fakta lainnya, lately saya menyadari ternyata saya gak berhasrat untuk memperdalam bidang saya sendiri!

Buat saya, selama saya bisa ngikutin pelajaran di kuliah dan gak remed, itu udah cukup gitu. Diam-diam, dari situ saya merasa sedih.

Terus, ternyata, kegiatan-kegiatan yang saya ikuti gak ada yang nyambung sama bidang manbis. Saya ikut lomba nya apa coba? Lomba speech, lomba essay (yang kebanyakan tema nya tentang leadership dan isu-isu umum lah). Saya ikut volunteer mengajar, pengembangan kreatifitas di desa, revitalisasi sungai yang sering banjir, atau kegiatan sosial lainnya yang gak nyambung sama manbis.

Dan setiap kali saya aktif disitu, saya jadi mikir. Apakah ini akan membantu saya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang saya nantinya? Apakah ini akan menambah competitive advantage saya di lapangan pekerjaan saya nantinya? Apakah kegiatan ini cocok untuk mempercantik CV saya?
Gini, oke lah saya ikut organisasi apa, saya jadi volunteer di ini itu, kegiatan sosial dan lomba lainnya. Tapi IPK saya gak bagus! Sedangkan IPK itu hal primer! Terus bagaimana pengalaman ini akan membantu saya nantinya? Bagaimana pengalaman ini akan mempermudah saya mendapat beasiswa?

Saya mau jadi siapa nanti? Apakah saya akan jadi orang yang menguasai manbis? Atau, justru, saya akan jadi orang lain? Kemana pengalaman dan minat saya akan bermuara? Saya mau cari apa disini?

What outcome that i expected?

Pertanyaan paling krusial dan inti, apa yang harus saya lakukan?

INTINYA, SAUDARA, TERNYATA MINAT DAN PENGALAMAN SAYA GAK SESUAI SAMA BIDANG SAYA. SAYA GAK YAKIN PENGALAMAN INI AKAN MEMBANTU SAYA UNTUK DAPAT BEASISWA DAN PEKERJAAN YANG SESUAI NANTINYA.
...
...
Ya, saya memang salah jurusan.

No comments:

Post a Comment