Menyayangi memang butuh energi. Menyayangi dan mencintai
adalah tanggung jawab, menurut saya. Sebab Tuhan memberikan kita perasaan
tersebut untuk menjaga kita, dan untuk membuat kita mencari diri kita lagi,
karena kadang ketika kita jatuh cinta, kita seolah tak mengenal diri kita
sendiri.
Menyayangi punya banyak konsekuensi. Rasa ingin menjaga,
memiliki, dan lain-lain, yang kadang sebenarnya membebani. Tapi menyayangi
adalah sebuah tanggung jawab.
Menyayangi bukan menyayangi ketika kita tak melakukan
apa-apa. Kadang ya, capek memang memenuhi rasa ‘ingin menjaga’, atau menyikapi
rasa kangen, atau capek karena membawa emosi dalam setiap interaksi, atau mungkin capek karena tersakiti. Ya, tersakiti itu salah satu
konsekuensi dari menyayangi.
Tapi menyayangi memang butuh energi. Sebab kau butuh
bergerak. Kau tak bisa diam untuk menyayangi seseorang. Doa adalah hal yang
setidaknya kita punya.
Dari sekian juta orang, hanya segelintir dan segelintirnya
lagi terdapat orang-orang yang kita cintai. Artinya mereka terpilih. Karena
itu, jangan pernah bermain-main soal perasaan. Total lah, kerahkan tenagamu.
Mereka, orang-orang yang kau jatuh cinta, yang kau pilih untuk kau sayangi tak
pernah kebetulan.
Rangkul! Jaga!
Catatan tengah malem
sebelum tidur sehabis ada temen yang lagi badmood n left grup mulu.
No comments:
Post a Comment