Tuesday, April 11, 2017

Sekeping dari Sayang // Menyayangi Butuh Energi



Menyayangi memang butuh energi. Menyayangi dan mencintai adalah tanggung jawab, menurut saya. Sebab Tuhan memberikan kita perasaan tersebut untuk menjaga kita, dan untuk membuat kita mencari diri kita lagi, karena kadang ketika kita jatuh cinta, kita seolah tak mengenal diri kita sendiri.

Menyayangi punya banyak konsekuensi. Rasa ingin menjaga, memiliki, dan lain-lain, yang kadang sebenarnya membebani. Tapi menyayangi adalah sebuah tanggung jawab.
Menyayangi bukan menyayangi ketika kita tak melakukan apa-apa. Kadang ya, capek memang memenuhi rasa ‘ingin menjaga’, atau menyikapi rasa kangen, atau capek karena membawa emosi dalam setiap interaksi, atau mungkin capek karena tersakiti. Ya, tersakiti itu salah satu konsekuensi dari menyayangi.

Tapi menyayangi memang butuh energi. Sebab kau butuh bergerak. Kau tak bisa diam untuk menyayangi seseorang. Doa adalah hal yang setidaknya kita punya.

Dari sekian juta orang, hanya segelintir dan segelintirnya lagi terdapat orang-orang yang kita cintai. Artinya mereka terpilih. Karena itu, jangan pernah bermain-main soal perasaan. Total lah, kerahkan tenagamu. Mereka, orang-orang yang kau jatuh cinta, yang kau pilih untuk kau sayangi tak pernah kebetulan.

Rangkul! Jaga!

Catatan tengah malem sebelum tidur sehabis ada temen yang lagi badmood n left grup mulu.

No comments:

Post a Comment