SO... Saya memutuskan buat ngeliat-liat review novel-novel om Christ. Banyak yang ngasih rating tinggi ternyata. Akhirnya... Berbekal harapan bakal menikmati cerita roman yang nggak picisan, seenggaknya ada nuansa baru dalam bacaan saya.
Cerita dikit ya. Saya akhirnya nyari nih novel di situs Bukabuku.com. Sebenernya awalnya sih pengen beli buku Freakonomics dan Apa Kata Socrates?. Karena nanggung, yaudah sekalian aja beli nih novel. Walau ujung-ujungnya dua buku barusan ternyata habis ;(
Jatuh lah pilihan saya ke novel Om CS yang judulnya paling seksi, haha. Tiger On My Bed. Huuu... *at least i'm not naive anyway, HAHA*.
Awalnya emang menduga apakah bakal ada konten dewasa, oh, atau mari lebih spesifik lagi. Alias vulgar. Secara nih novel diklaim sebagai novel dewasa. And what i'm expecting from novel dewasa itu ceritanya gak teenlit.
Okelah, ini dia sinopsisnya.
Talita masih belum bisa move on dari mantan tunangannya, Rizal, yang ternyata lebih mencintai seseorang yang harusnya membantu pernikahannya, sang wedding organizer. He left Talita, dan Talita pun jadi terpuruk. Melihat hal ini, dua sahabat Talita yaitu Fika dan Yana, menyarankan -atau lebih tepatnya, memaksa- Talita untuk menjalin hubungan one night stand. Sekedar pelampiasan dan peralihan nya dari Rizal. Akhirnya Talita dan pasangan reboundnya, Jai, menjalaninya walau sempat hampir gajadi. Makin seringnya mereka bertemu dan make out, mereka kemudian sama-sama yakin bahwa mereka jatuh cinta... Tapi... Apa benar ini cinta atau cuma nafsu? Sungguh mereka jatuh cinta pada pasangan rebound nya?
Klise? Yap, banget. Premisnya bener-bener gak seseksi judulnya. Tapi saya gak masalah dengan cerita klise, saya percaya om Christian Simamora bisa membuat cerita klise jadi beda, atau minimal, masih enjoyable. Mengingat, menulis kembali cerita klise jadi luar biasa memang tantangan yang sulit.
Novel ini habis saya baca dalam sehari. Bukan karena ceritanya yang ringan, singkat, dan bukunya tipis, tapi...
Arrrgghh..... Ternyata ekspektasi saya terlalu tinggi. Walau di klaim novel dewasa, i found it masih terlalu teenlit buat saya. All the mature content is : adegan seksnya. Saya kaget adegannya di jelaskan segitu jelasnya. Berkali-kali saya mengutuk diri "f*ck me! What the heck am i reading?"
Saya gak merasa turut dalam cerita, saya gak dibuat simpatik dengan Talita atau Jai. Dan sayangnya, sayang seribu sayang, gak ada pendalaman cerita tentang papa Talita yang katanya bipolar itu, juga tidak ada pendalaman tentang masa lalu Jai yang bisa bikin kita lebih dekat dengan sosok mereka. Saya ngerasa saya cuma ngikutin ceritanya mereka, tanpa larut dalam cerita.
Oh Talita nya gini, oh Jai nya gitu, oh gitu ya. That's it.
It should be fun reading, karena ceritanya ringan (atau lempeng?) harusnya saya bisa menikmati bacaan ini. Tapi saya malah kebosenan.
Serius ini novel dewasa? Kok saya ngerasa novel Paper Town, atau By the Time You Read This I'll Be Dead lebih dewasa ya dibanding Tiger On My Bed?
However, saya salut sama riset mendalamnya Om Christian tentang pekerjaannya Talita. Saya jadi tau hal baru, tentang profesi appriser *betul tak nulisnya?*. Saya juga dimanjakan dengan deskripsi Om CS tentang fesyen. Gak nyangka aja cowok bisa banyak tau tentang fesyen haha. At this point, good job, om.
Over all, saya gak suka sama novel ini. :( Tapi walau pertama kali baca novel Om CS udah kecewa, saya masih optimis novel-novelnya yang lain bakal lebih dewasa, menarik, dan gak lempeng.
Rate : 2/ 10
tambahan : oh ya, di akhir buku ada teaser nya Meet Lame. Saya gak baca sih, udah keburu males haha. Dan ada bonus mainan bongkar pasang, hihi.
No comments:
Post a Comment