heyo, kamu ngaku muda?
sudah melakukan apa untuk lingkunganmu?
wuutt?? yakin mau fokus sekolah aja?
"duh teh, ngapain ngurusin orang lain kalo diri sendiri belum keurus"
"buat apa mahasiswa capek2 ngurusin masyarakat, mending fokus kuliah, sum cum laude, lulus cepet, IPK 4,5, TOEFL 900, beasiswa bisa keliling dunia akhirat, banggain ortu, nikah sama manohara"
"sok kritis, sok pergerakan, tugas kelarin dulu woy"
...
...
...
Hey pemuda! Lupa kah kalian bahwa pemuda adalah calon pemimpin di masa depan?
Lupa kah kalian bahwa ada tangan-tangan kurus yang menengadah beras?
Lupa kah kalian bahwa kalian tidak hidup sendiri?
Hey pemuda! Buat apa hidup kalian kalau hanya untuk IPK? Apakah IPK itu abadi? Apakah IPK adalah sumber rezeki kalian?
Salah, pemuda.
Yang abadi itu manfaat yang kalian berikan untuk masyarakat.
Yang abadi itu setiap anak petani yang bisa sekolah dari tangan kalian.
Yang abadi itu setiap orang tua buta huruf namun bisa menghafal ayat Al-Qur’an karena dedikasi kalian.
Yang abadi itu setiap orang miskin yang bisa membuka usaha dari koin kalian.
...
Yang orang lihat pertama kali pada diri kita adalah kebaikan kita, pemuda, bukan berapa IPK kita.
IPK penting, tapi jangan apatis.
Ingat, suara rakyat adalah suara Tuhan. Ketika kalian mengkhianati atau mengesampingkan rakyat, sama saja kalian mengkhianati Tuhan.
Ayooo pemuda!
Mana energi, kreatifitas, kekritisan dan empati mu??? Buat apa jadi pemuda kalau jiwa muda kalian tidak bermanfaat bagi masyarakat?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim, no. 1631)
No comments:
Post a Comment