Gue gak cantik. Muka gue kayak orang capek. Kayak orang ngantuk. Kering. Mataku mata panda,
berkerut. Mukaku pucat, kuning, kusam. Di mataku ada bintik-bintik
Aku
udah usaha sih supaya lebih cantik.
Aku beli bahan-bahan kecantikan,
make perawatan ini itu.
Tapi mahal, terus ujung-ujungnya sering gak
cocok.
Aku coba dandan.
Pake lipstik, pake pashmina yang jilbabnya di
aneh-anehin, pake high hills, atau lain-lain dah. Tapi ujung-ujungnya,
kalo aku dandan, minimal pake lipstik, suka gak pas, suka menor.
Aku
coba pakai dandan n pake baju cantik-cantik lah. Tapi aku orangnya gak rapih. Gak bisa rapih. Jilbab
suka gak rapih.
FUH!
Aku gak kayak adek
atau abangku yang cantik, yang ganteng. Yang ngasal milih baju aja udah
bagus. Menarik.
Dandananku literally selalu kayak mak-mak.
Kalo
saya ngeliat video cara saya jalan atau ngeliat bahasa tubuh saya, atau
denger suara saya ngomong, suka jiji sendiri. Kalau ngomong gak bisa
pelan dan lembut. Saya nggak anggun, memalukan, menyedihkan.
Hah.
Kadang, sering lah. Iri gitu sama cewek-cewek lain yang selalu tampil
menarik, gaya, modis, rapih, cantik, anggun, de el el. Aku juga pengen tampil menarik, minimal
gak selengekan lah. Aku pengen juga gitu kalo di foto bisa gaya.
Ya
bukan maksudnya pengen diliat sama cowok-cowok atau pengen ditaksir
cowok, nggak juga.
Minimal gak memalukan dipandang.
Tapi ternyata...
Semakin
saya memaksakan diri untuk lebih cantik, justru saya merasa semakin
kehilangan diri saya, gitu. Semakin gak apa adanya, semakin lebih
mementingkan appearance daripada isi. Saya jadi lebih banyak
menghabiskan waktu untuk memantapkan fisik daripada isi. Saya jadi lebih
sibuk melihat katalog make up dan fashion daripada katalog buku dan
film.
Yang paling parah, ternyata diam-diam semakin membenci diri saya yang apa adanya.
Akhirnya
berkontemplasi lah saya. Saya mengingat-ngingat kembali apa saja yang
sudah saya punya, alias pemberian-pemberian yang Allah berikan kepada
saya. Saya lupa kalo sebenernya saya itu gak jelek-jelek amat gitu. Saya
lupa sama laki-laki yang sangat amat mencintai saya saat ini (dan saya
cintai pula). Saya lupa bahwa ada banyak orang yang fisiknya jauh lebih
'tidak biasa-biasa' saja di bawah saya. Saya lupa, bahwa, gigi depan
spasi, ada banyak bintik hitam di wajah, lingkaran hitam di bawah mata,
pendek, tinggi, tomboy, feminim itu sebenernya tidak mempengaruhi penilaian orang terhadap kita. Hal-hal 'kecil' tadi sebenarnya tidak mempengaruhi orang yang jatuh cinta dan menyayangi kita.
Saya lupa bahwa, akan tetap ada orang yang jatuh cinta padamu, yang akan tetap menyayangimu dan ingin menjadi temanmu walau bagaimana pun. Walau pun kamu bau, berantakan, bandel, jelek, de el el,
Saya
lupa bahwa orang-orang yang menyukaimu di saat-saat jelekmu itu adalah
orang-orang yang lebih terpilih, lebih tidak sembarangan.
Dandan
bukan masalah sama sekali, selama dandan itu masih wajar, sesuai umur
dan situasi. Dandan itu sama sekali bukan masalah selama tidak berdandan
tidak membuatmu merasa nista, jelek, dan memalukan. Ingin good-looking
itu tidak masalah, selama kita tidak membuang-buang waktu hanya untuk
memastikan looking kita good.
Betul kata orang. Yang terpenting itu cantik dari dalam, dari hati.
Yasudah,
tidak masalah kalau kita tidak anggun, gak bisa ngomong lemah lembut,
bawaannya selengekan, tomboy, berantakan, de el el. Well, that's you!
And that what makes you to be you! Accept your self, forgive yourself.
Percaya lah, kita selalu punya kelebihan lain yang bisa menutupi kekurangan kita.
Intinya kecantikan itu relatif, tidak ada standar cantik, dan cantik itu bukan hanya soal apa yang nampak.
And the last thing i want you to remember is put a smile on and wear confident
on your face. Because you're awesome and don't let anyone tell you
otherwise!
xoxo
No comments:
Post a Comment