Saturday, December 5, 2015

Menghadapi Wasir

Assalamualaikum sahabat, kali ini saya mau ngoceh panjang lebar tentang pengalaman saya. Semua brand yang saya sebutkan disini tidak dimaksudkan untuk promosi atau sebagainya.

Jadi sejak bulan puasa lalu, saya mulai mengetahui saya terkena wasir. Sebenarnya saya sudah lama mengalaminya, tapi baru tau beberapa bulan kemudian. Jadi saya memang sayur haters, saya gak suka banget banget sama sayur, even sayur itu udah dipotong kecil-kecil dalem telor goreng.

Sudahlah gak suka sayur, saya juga sedikit minum. Alhasil, feses dalam tubuh pun keras.
Sehingga ketika BAB, saya sering ngeden terlalu keras, pun begitu, fesesnya sering 'stuck' di lubang anus. Nah, ini lah yang bikin lubang anus saya robek. Dan ini berulang kali setiap saya BAB dan lukanya semakin besar dan parah.

Tapi saya gak pernah liat hasil BAB saya (mungkin jijai sendiri hahaha), jadi saya gak tau ya berdarah atau nggak. But i'm difinitely sure. Why? Karena suatu hari ketika saya BAB, lubang anus saya sakiiit sekali dan feses yang keluar melaluinya membuatnya terasa seperti terbakar. Panas, sakit.

Saat itu saya tau saya kena wasir.

Akhirnya sejak bulan puasa saya bertekad minum minimal 8-10 gelas sehari dan banyak makan buah, dan alhamdulillah manfaatnya saya rasakan sampai sekarang. Salah satunya, feses saya lebih lembek dan saya BAB lebih teratur.

Tapi... Luka tadi tidak kunjung sembuh. Jadinya sampai sekarang setiap kali saya BAB, masih merasakan sakit setelah BAB di sekitar lubang anus. Masalah feses yang keras sudah teratasi, sekarang masalahnya yaitu menghadapi luka setiap kali BAB. Jadinya saya membatasi BAB, asal sudah keluar beberapa, yasudahlah tidak usah teruskan, takutnya luka lagi.

Dan akibatnya, perut saya buncit sekali, teman-teman.

 Makin kesini saya mikir, hmmm gimana ya biar kotoran dalam tubuh keluar tanpa rasa sakit, sambil nyembuhin luka wasir?

Saya kemudian mengonsumsi obat buat ngencerin feses (karena pepaya beberapa lama ini sulit sekali ditemukan di kota saya, hiksss), yaitu Laxing.
Kenapa Laxing? Karena hanya perlu satu tablet, dan besok paginya tanpa mules berlebihan feses saya encer sekali. And seriously, perut saya yang bunciiit jadi kecil banget kayak berbi. Saya pun mengonsumsi Laxing setiap hari libur.
Kenapa tidak produk lain? Karena saya sudah mencoba beberapa produk lain, mereka semua membuat perut saya muleeeesssss ampun. Padahal saya bisa mendapatkan hasil yang sama dengan Laxing, tapi tidak perlu membuat perut saya sesakit itu.

And i would like to thank to you, Laxing, you have done well!

No comments:

Post a Comment