Tuesday, December 30, 2014

Obor Api yang Kau Bawa

Saat ayam pertama kali berkokok
Saat itulah kau mulai menebar senyum tulus
Sayangnya aku masih belum mengerti
Lalu saat sang mentari mulai menyapa
Saat itulah... Ku mulai menggandeng tanganku, sayang
Dan sayangnya aku masih belum mengerti
Lalu saat sang raja siang mulai membakar
Tapi kau masih saja mencari kayu bakar untuk menerangiku
Aku terhenyuh, perasaanku mulai bermekaran
Saat itu kukira cintaku bertepuk sebelah tangan
Karena kau terlalu sempurna.
Duhai, malaikat yang dikirim Sang Maha Cinta untukku
Sore hari, saat penguasa cahaya mulai pamit
Saat itu aku tau, kau lah yang paling mencintaiku di muka bumi ini.
Dan aku melayang...
Kau membuatku merasa seperti peri kecil tercantik di dunia
Saat itulah hati dan jiwa kita menyatu
Namun saat itu matahari tak lagi leluasa menerangi kita, hanya bisa mengintip kita
Akhirnya kita sadar, waktu kita tak pernah lama
Lalu kau pergi
Dan matahari tak tampak lagi
Gelap...
Hanya gelap...
Dan aku pun jatuh dan rapuh...

No comments:

Post a Comment