Saturday, March 14, 2015

Bersamamu



Tak pernah sekalipun aku menganggap mereka, wanita yang cepat berumah tangga dan memakai daster di rumah itu nggak keren, dear.
Di, film The Hobbit yang terakhir, kata2 terakhir sang kapten “Mereka yang menghargai rumahnya, dengan itulah dunia ini akan damai”. Setidaknya mereka (wanita) dengan daster dan celemek di rumah itu lah yang memberi kehangatan di sudut terkecil di dunia ini, dan member arti tentang kesederhanaan hidup.
Tapi aku sama seperti pemudi lainnya, dear. Punya semangat menggebu dalam mencapai mimpi dan merajut baaanyak sekali mimpi yang kami gantungkan di langit yang setinggi-tingginya.
My dear, aku sama seperti remaji lainnya. Punya banyak keinginan untuk menikmati dunia ini, melihat dunia ini lebih jauh dan lebih nyata.
Aku ingin mengejar prestasi, dear. Punya prestasi itu asyik dan keren.
Aku ingin mengenal lebih banyak orang lagi. Aku ingin mempunyai lebih banyak pengalaman lagi. Aku ingin berkeliling dunia dan melihat kearifan local. Aku ingin mentadabburi alam. Aku masih ingin mengekspresikan segala inspirasi yang kudapat. Masih banyak ilmu yang ingin kupelajari di bangku pendidikan.
Tapi tak peduli setinggi apapun aku terbang, sejauh apapun aku berkelana. Pada akhirnya aku akan pulang. Ke kau. Kau lah pujaan hati, kau lah peristirahatan dan sandaran hati,dear.
Pada akhirnya aku akan pulang, kembali ke pangkuanmu dan bercerita panjang lebar, sambil sesekali kau mengeluh betapa cerewetnya aku.
Dear, aku ingin terbang bersamamu. Menjajaki mimpi-mimpiku bersamamu, Karena kau lah yang mewujudkan banyak mimpi-mimpi kecilku.
Setidaknya bersamamu, aku tidak hanya melihat dunia dengan mataku sendiri. Aku janji akan mendengar nasihatmu selama perjalanan kita.
Setidaknya bersamamu, aku punya seseorang yang bisa kubanggakan bahkan sebelum impianku diraih.
Bersamamu, setidaknya ada yang menjagaku, mengingatkanku makan, bahkan mensuapiku makan sambil aku sibuk menulis tugas.
Bersamamu, setidaknya petualanganku akan lebih seru.
Setidaknya aku tidak perlu bolak-balik pulang hanya untuk menghilangkan dahaga rinduku.
Dan setidaknya, bersamamu selama perjalanan tidak akan ada yang berani untuk menculik hatiku, kan ada kau di sampingku.
Jadi, kau mau menemaniku?

No comments:

Post a Comment