Tak pernah sekalipun aku menganggap mereka, wanita yang
cepat berumah tangga dan memakai daster di rumah itu nggak keren, dear.
Di, film The Hobbit
yang terakhir, kata2 terakhir sang kapten “Mereka yang menghargai rumahnya,
dengan itulah dunia ini akan damai”. Setidaknya mereka (wanita) dengan daster
dan celemek di rumah itu lah yang memberi kehangatan di sudut terkecil di dunia
ini, dan member arti tentang kesederhanaan hidup.
Tapi aku sama seperti pemudi lainnya, dear. Punya semangat
menggebu dalam mencapai mimpi dan merajut baaanyak sekali mimpi yang kami
gantungkan di langit yang setinggi-tingginya.
My dear, aku sama seperti remaji lainnya. Punya banyak
keinginan untuk menikmati dunia ini, melihat dunia ini lebih jauh dan lebih
nyata.
Aku ingin mengejar prestasi, dear. Punya prestasi itu asyik
dan keren.
Aku ingin mengenal lebih banyak orang lagi. Aku ingin
mempunyai lebih banyak pengalaman lagi. Aku ingin berkeliling dunia dan melihat
kearifan local. Aku ingin mentadabburi alam. Aku masih ingin mengekspresikan
segala inspirasi yang kudapat. Masih banyak ilmu yang ingin kupelajari di
bangku pendidikan.
Tapi tak peduli setinggi apapun aku terbang, sejauh apapun
aku berkelana. Pada akhirnya aku akan pulang. Ke kau. Kau lah pujaan hati, kau
lah peristirahatan dan sandaran hati,dear.
Pada akhirnya aku akan pulang, kembali ke pangkuanmu dan
bercerita panjang lebar, sambil sesekali kau mengeluh betapa cerewetnya aku.
Dear, aku ingin terbang bersamamu. Menjajaki mimpi-mimpiku
bersamamu, Karena kau lah yang mewujudkan banyak mimpi-mimpi kecilku.
Setidaknya bersamamu, aku tidak hanya melihat dunia dengan
mataku sendiri. Aku janji akan mendengar nasihatmu selama perjalanan kita.
Setidaknya bersamamu, aku punya seseorang yang bisa
kubanggakan bahkan sebelum impianku diraih.
Bersamamu, setidaknya ada yang menjagaku, mengingatkanku
makan, bahkan mensuapiku makan sambil aku sibuk menulis tugas.
Bersamamu, setidaknya petualanganku akan lebih seru.
Setidaknya aku tidak perlu bolak-balik pulang hanya untuk
menghilangkan dahaga rinduku.
Dan setidaknya, bersamamu selama perjalanan tidak akan ada
yang berani untuk menculik hatiku, kan ada kau di sampingku.
Jadi, kau mau menemaniku?
No comments:
Post a Comment